Berita

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu (Foto: Istimewa)

Politik

Turut Prihatin Gempa NTT, Komisi VIII DPR Ajak Semua Pihak Bahu-Membahu Bantu Korban

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 15:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, mengajak seluruh pihak bergerak bersama membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

Pasha menyampaikan keprihatinan atas bencana tersebut dan berharap jumlah korban dapat ditekan. Ia juga meminta pemerintah dan seluruh unsur terkait segera memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

"Pertama kami turut berbelasungkawa atas musibah bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kita berharap tidak banyak korban jiwa berjatuhan," kata Pasha kepada RMOL, Sabtu, 15 Agustus 2026.


Pengalaman menangani kebencanaan saat menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu membuat Pasha menekankan pentingnya koordinasi sejak awal. Kota Palu diketahui pernah terdampak gempa dan tsunami pada 2018.

Menurut dia, koordinasi cepat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diperlukan untuk memperlancar evakuasi sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.

Pasha meminta BNPB, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur masyarakat bekerja bersama menangani dampak gempa di NTT.

"Meminta stakeholder terkait dalam hal ini BNPB, Basarnas, dibantu TNI/Polri serta seluruh unsur masyarakat lainnya diharapkan untuk bahu membahu mengatasi musibah bencana gempa di NTT," ujarnya.

Ia juga mendorong agar bantuan segera dikirim ke wilayah terdampak, terutama lokasi yang berpotensi mengalami kendala akses dan distribusi.

"Semua pihak tanpa terkecuali harus bergerak termasuk masyarakat saling bahu membahu sambil menunggu bantuan dari pemerintah pusat datang. Karena kita tau ada beberapa titik yang menjadi kendala terkait pengiriman bantuan," katanya.

Pasha berharap warga yang mengalami luka segera mendapat perawatan. Sementara masyarakat yang mengungsi diharapkan memperoleh kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang, bersabar, dan saling membantu selama proses penanganan berlangsung.

"Lebih jauh, kami meminta semua pihak mendoakan, bersabar dan tetap kuat, Insya Allah semua bisa kita atasi secara bersama-sama," tutupnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya