Berita

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat beserta jajaran menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perubahan Iklim Tiongkok, HE Liu Zhenmin di Kantor KLH, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2026. (Foto: Dok. Kementerian LH)

Dunia

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

JUMAT, 31 JULI 2026 | 13:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia dan Tiongkok terus memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif, khususnya di bidang aksi iklim, transisi energi, dan pembangunan hijau.

Komitmen tersebut mengemuka saat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perubahan Iklim Tiongkok, HE Liu Zhenmin di Kantor KLH, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.

Pertemuan ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti Joint Statement on Deepening Comprehensive Strategic Cooperation kedua negara.


Menteri LH/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat menegaskan, Indonesia kini mengusung paradigma baru, yakni Growth through Environmental Protection atau menjadikan perlindungan lingkungan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

"Perlindungan lingkungan bukan beban pembangunan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Indonesia dan Tiongkok punya tanggung jawab besar untuk menghadirkan solusi iklim tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan nasional," tegas Jumhur.

Jumhur menjelaskan, Indonesia tengah mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan prosperity (kesejahteraan) sebagai tiga pilar aksi iklim nasional. Langkah ini diperkuat lewat pengembangan pasar karbon, kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credit), hingga penegakan prinsip keadilan iklim (Climate Justice).

"Kami siap memperkuat kerja sama dengan Tiongkok untuk menghadirkan solusi nyata bagi aksi iklim dan memastikan manfaat ekonomi hijau dirasakan secara adil oleh masyarakat," tambahnya.

Kedua negara juga sepakat mengawal implementasi Persetujuan Paris dengan memegang teguh prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC). Indonesia dan Tiongkok berkomitmen menuntut negara-negara maju memenuhi janji pendanaan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas bagi negara berkembang.

Sementara itu, Utusan Khusus Perubahan Iklim Tiongkok, HE Liu Zhenmin, mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam agenda pembangunan hijau. Ia menegaskan kesiapan Beijing memperluas kerja sama praktis dengan Jakarta.

Sektor-sektor strategis yang dibahas meliputi pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy), hilirisasi mineral kritis, hingga riset bersama dan penguatan kapasitas SDM.

Kedua pihak sepakat segera menindaklanjuti poin-poin kerja sama tersebut melalui koordinasi teknis yang lebih intensif agar memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang nyata bagi kedua negara.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya