Berita

Ilustrasi

Bisnis

Momentum Hari Mangrove Sedunia

Bank Mandiri Perkuat Dukungan terhadap Ekosistem Karbon Biru melalui Livin’

SELASA, 28 JULI 2026 | 17:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas mangrove Indonesia tercatat 3,45 juta hektar, mencakup sekitar 20 persen ekosistem mangrove global. 

Namun sepanjang periode 1980 hingga 2025, Indonesia kehilangan sekitar 1,3 juta hektar mangrove, atau sekitar 31 persen dari luas mangrove nasional, akibat alih fungsi lahan, abrasi, dan degradasi. 

Kondisi ini menempatkan pemulihan mangrove sebagai agenda strategis nasional. Pemerintah berkomitmen merehabilitasi ratusan ribu hektare ekosistem mangrove dengan prinsip yang terkoordinasi, yaitu pemulihan yang bertahap, terukur, berbasis komunitas, dan berkelanjutan. 


Pada momentum Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, badan usaha turut diajak untuk mengambil bagian dalam agenda tersebut. 

Peran mangrove tidak berhenti pada perlindungan garis pantai. Jika dihitung per satuan luas dan mencakup karbon dalam biomassa dan tanah, ekosistem mangrove dapat menyimpan lebih banyak karbon dibandingkan hutan daratan tropis. 

Karena itu, perlindungan dan rehabilitasi mangrove menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pencapaian Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. 

Nilai tersebut akan menunjukkan manfaat apabila bibit ditanam hingga tumbuh dan serapan emisinya telah dapat dipertanggungjawabkan. Tantangan sebenarnya bukan pada jumlah bibit, melainkan pada kepastian tumbuh dan validitas pengukurannya. 

Bank Mandiri turut mengambil peran. Melalui fitur Livin' Planet pada aplikasi Livin' by Mandiri, Bank Mandiri mengonversi jejak karbon yang dihasilkan nasabah ritel menjadi aksi kontribusi pohon yang serapan emisinya dihitung mengacu pada standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). 

Setiap bibit yang ditanam dipantau bersama mitra konservasi dan perkembangannya dilaporkan kembali kepada nasabah. Dengan mekanisme ini, kontribusi tidak berhenti pada hari penanaman, melainkan tercatat hingga tahun-tahun berikutnya. 

Monica Yoanita Octavia, Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri mengatakan, pemerintah menegaskan bahwa pemulihan mangrove harus dilakukan secara terukur dan ilmiah. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri memastikan setiap kontribusi penanaman nasabah tercatat dan serapan emisinya dihitung sesuai dengan metodologi yang berlaku. 

"Bagi kami, akuntabilitas merupakan bagian dari cara Bank Mandiri menjalankan komitmen keberlanjutan," ujar Monica Yoanita Octavia dalam keterangan tertulis, Selasa 28 Juli 2026.

Hingga 22 Juli 2026, kontribusi nasabah melalui Livin' Planet telah terkumpul untuk penanaman sekitar 2.697 batang pohon, dengan nilai serapan emisi tercatat 64,29 ton CO2e. Mangrove menjadi komponen terbesar dari kontribusi tersebut. 

Penanaman mangrove, termasuk bibit bakau merah, mencapai sekitar 2.309 batang dengan nilai serapan 40,26 ton CO2e, atau sekitar 63 persen dari total serapan program penanaman nasabah. 

Nilai serapan sebesar itu setara dengan emisi perjalanan mobil sejauh lebih dari 244.000 kilometer, atau setara dengan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 73.897 kWh. 

Bakau merah dipilih karena perannya sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi sekaligus penyerap karbon yang efektif. 

Selain mangrove, kontribusi nasabah juga mencakup pohon produktif alpukat dan aren sebanyak sekitar 387 batang dengan serapan 24,02 ton CO2e. Kedua jenis dipilih karena selain menyerap karbon juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, melalui hasil buah alpukat dan gula aren. 

Kontribusi nasabah ini merupakan bagian dari langkah keberlanjutan Bank Mandiri yang berjalan di berbagai lini. Dalam berbagai aktivasi lingkungan, Bank Mandiri telah menanam mangrove bersama komunitas, termasuk pada ajang Mandiri Bintan Marathon dan Mandiri Looping for Life.  

Dari sisi pembiayaan, hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai sekitar Rp327,3 triliun, tumbuh 7,5 persen secara tahunan, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp172,8 triliun. 

Kemudian, di sisi operasional, Bank Mandiri konsisten untuk menurunkan emisi operasional melalui berbagai inisiatif karbon netral, seperti penggunaan kendaraan listrik & hybrid, optimalisasi green building, pemasangan solar panel, dan lain-lain. 

"Bagi Bank Mandiri, keberlanjutan merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat menjadi acuan dalam keputusan operasional dan bisnis," ujar Monica. 

Sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri, Bank Mandiri terus mengintegrasikan agenda keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasional. 

Upaya-upaya ini memperkuat komitmen Bank Mandiri dalam menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya