Berita

Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: RMOL)

Nusantara

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

SENIN, 27 JULI 2026 | 09:25 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia menandai akhir dari era kepemimpinan panjang yang penuh dengan terobosan strategis di bidang moneter dan sistem pembayaran nasional.

Resmi memimpin bank sentral sejak Mei 2018 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada tahun 2023, Perry dikenal luas sebagai sosok ekonom dan akademisi ulung yang konsisten mengawinkan teori akademik dengan kebijakan praktis di lapangan.

Sepanjang masa baktinya, Perry memegang peranan krusial dalam mendorong transformasi digital keuangan Indonesia melalui peluncuran inovasi-inovasi besar seperti Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, BI-FAST, hingga penguatan kerja sama transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction.


Di bawah komandonya, bank sentral berhasil memperluas inklusi keuangan secara masif ke berbagai pelosok negeri.

Dedikasinya terhadap dunia ilmu pengetahuan juga terlihat dari kecintaannya menulis sejumlah literatur penting, di antaranya buku berjudul Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses serta Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik yang menjadi rujukan utama di berbagai institusi pendidikan.

Kepemimpinan ekonom lulusan Iowa State University ini turut diganjar berbagai apresiasi dan penghargaan bergengsi di tingkat internasional, seperti pengakuan dari Central Banking Publications serta The Asian Banker atas keberhasilan menjaga stabilitas makroekonomi dan regulasi sistemik.

Kendati beberapa kebijakan krusial di masa lalu, termasuk implementasi skema pembagian beban atau burden sharing saat menghadapi krisis pandemi Covid-19, sempat menuai diskursus publik, portofolio panjang Perry Warjiyo tetap meninggalkan warisan fondasi moneter yang kokoh bagi perekonomian Indonesia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya