Berita

Aksi ini menjadi bagian dari Gerak Hijau 2026 sekaligus peringatan Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-58 ANTAM. (Foto: istimewa)

Nusantara

ANTAM Tanam 5.000 Bibit Mangrove untuk Pelestarian Lingkungan

MINGGU, 26 JULI 2026 | 10:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komitmen terhadap pelestarian ekosistem pesisir diwujudkan PT ANTAM (Persero) Tbk bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui penanaman 5.000 bibit mangrove. Aksi ini menjadi bagian dari Gerak Hijau 2026 sekaligus peringatan Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-58 ANTAM.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan bahwa penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 menjadi semakin istimewa. Pasalnya, bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO. 

Dalam momentum tersebut, ANTAM bersama Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penanaman 5.000 pohon mangrove sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.


"Bersama Kementerian Lingkungan Hidup, serta disaksikan langsung oleh Bapak Wakil Menteri Lingkungan Hidup, ANTAM turut berkontribusi melalui penanaman 5.000 pohon mangrove. Kami percaya, menjaga ekosistem mangrove berarti menjaga pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat upaya penyerapan karbon untuk masa depan Indonesia," ujar Untung dalam acara Gerak Hijau 2026, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurutnya, menjaga bumi bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan pertambangan atau pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi semua pihak dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Gerak Hijau 2026, pihaknya ingin menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil.

"Hari ini kita melangkah bersama untuk hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan pagi ini menjadi langkah menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono menilai penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO. 

"Dan yang membuat acara hari ini semakin bermakna, kita memperingati Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO. Bersama ANTAM, hari ini kita juga melakukan penanaman 5.000 pohon mangrove," katanya.

Menurut Diaz, apabila mangrove dapat tumbuh dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga hingga puluhan bahkan ratusan tahun mendatang. Ekosistem mangrove dinilai memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir, menjadi habitat bagi berbagai biota laut, menyerap karbon, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

"Saya berharap Gerak Hijau tidak berhenti sebagai sebuah acara tahunan. Tetapi menjadi sebuah gerakan. Gerakan untuk mengurangi sampah. Gerakan untuk menanam pohon. Gerakan untuk menghemat energi. Dan gerakan untuk semakin mencintai lingkungan. Kalau setiap orang melakukan satu aksi kecil setiap hari, bayangkan dampaknya ketika dilakukan oleh jutaan masyarakat Indonesia," tutupnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya