Berita

Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr Fauzan Adziman. (Foto: Humas IPB University)

Nusantara

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

KAMIS, 23 JULI 2026 | 03:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sebanyak 49 startup terpilih dari program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP) mengikuti bootcamp yang digelar di Kampus IPB University Taman Kencana, Bogor, Senin, 20 Juli 2026.

Program ini menjadi tahapan penting dalam mempercepat hilirisasi hasil riset melalui pendampingan bisnis, penguatan jejaring, dan pengembangan ekosistem startup berbasis teknologi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr Fauzan Adziman, mendorong seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempercepat pengembangan inovasi mereka menjadi produk yang siap bersaing di tingkat nasional.


"Selamat kepada 49 startup yang tergabung dalam PRIME STeP. Ini kesempatan yang sangat baik. Pendanaan program ini sangat besar sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Fauzan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia mengatakan, Presiden RI melalui Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 telah memberikan arahan agar perguruan tinggi menjadi motor penggerak industrialisasi nasional, inovasi, dan kemandirian ekonomi. Karena itu, pemerintah terus mencari inovasi yang layak dikembangkan menjadi industri nasional.

"Kami sedang mencari produk-produk inovasi yang layak diangkat secara nasional dan membutuhkan investasi lebih besar agar mampu berkembang menjadi industri," katanya.

Fauzan menilai startup tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan perusahaan, tetapi juga harus membangun ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan investor menjadi penting, tetapi harus dibangun di atas fondasi bisnis yang kokoh.

Ia juga mengapresiasi ekosistem inovasi IPB University yang dinilainya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia karena mampu menghubungkan riset, inkubasi, hingga pengembangan usaha berbasis teknologi. 

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan turut membagikan pengalamannya berkarier di dunia industri, menjadi akademisi di University of Oxford, hingga mendirikan startup berbasis teknologi sebelum bergabung dengan Kemdiktisaintek. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal dalam memahami tantangan hilirisasi riset di Indonesia.

Sementara itu, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek dan Asian Development Bank (ADB) atas dukungan yang terus diberikan terhadap pengembangan startup berbasis riset di IPB University.

IPB University, sebutnya, terus memperkuat ekosistem inovasi agar pendampingan kepada startup tidak berhenti setelah masa inkubasi selesai.

"Kami telah menerbitkan Peraturan Rektor untuk membangun ekosistem startup yang lebih berkelanjutan. Startup yang telah berkembang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada kampus yang nantinya akan digunakan kembali untuk mendanai startup-startup baru," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan ADB, Theresia Sembiring, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat 49 startup yang mengikuti program, terdiri atas 35 startup tahap inkubasi dan 14 startup tahap akselerasi.

"Kami melihat perkembangan yang sangat menggembirakan di IPB University. Kolaborasi antara peneliti, mahasiswa, industri, dan investor semakin kuat dalam membangun ekosistem inovasi," tutur Theresia.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan bootcamp selama tiga hari untuk memperluas jejaring, menguji model bisnis, serta belajar dari mentor dan praktisi industri.

"Inovasi lahir dari keberanian untuk bereksperimen dan belajar dari kegagalan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya," jelasnya.

Theresia juga mengungkapkan bahwa ADB tengah mendukung studi pemetaan Science and Technology Park (STP) di Indonesia guna mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan pengembangan ekosistem inovasi. Menurutnya, keberhasilan riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan ketika hasil riset mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan melahirkan startup yang membuka lapangan kerja.

"Di ADB kami percaya startup tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun solusi, menciptakan nilai, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," tutupnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya