Berita

Bendera partai politik peserta Pemilu 2024. (Foto:RMOL)

Politik

Perdebatan Ambang Batas Parlemen Akan Terus Berulang

SABTU, 18 JULI 2026 | 11:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perdebatan mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) akan selalu berulang setiap kali pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu dilakukan.

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, isu tersebut tidak pernah lepas dari tarik-menarik kepentingan politik masing-masing partai, baik yang sudah berada di parlemen maupun partai nonparlemen.

"Setiap ada revisi Undang-Undang Pemilu, perdebatannya cukup banyak. Apakah ambang batas parlemen perlu dinaikkan atau tidak, termasuk soal district magnitude, ambang batas pencalonan presiden, dan seterusnya," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Sabtu, 18 Juli 2026.


Adi menjelaskan, secara umum partai-partai yang memperoleh suara menengah ke bawah cenderung menolak kenaikan ambang batas parlemen karena berpotensi menyulitkan mereka mempertahankan kursi di DPR.

Sebaliknya, partai-partai besar justru banyak yang mengusulkan kenaikan ambang batas dengan alasan menyederhanakan sistem kepartaian dan mempermudah proses pengambilan keputusan politik.

"Katanya supaya membuat keputusan politik menjadi lebih mudah karena tidak melibatkan begitu banyak partai politik," bebernya.

Di sisi lain, kata Adi, partai-partai nonparlemen memiliki pandangan berbeda. Mereka berharap ambang batas parlemen dihapus atau setidaknya diturunkan agar peluang masuk DPR semakin terbuka.

"Yang kita tahu, partai-partai politik nonparlemen punya mazhab politik, kalau bisa ambang batas parlemen dihilangkan. Kalau pun tidak bisa dihilangkan, minimal ambang batasnya tidak mempersulit mereka lolos ke parlemen. Mungkin bukan lagi 4 persen, tapi bisa 2 persen atau 1 persen," jelasnya.

Adi menegaskan, perdebatan tersebut merupakan realitas politik yang akan terus muncul setiap menjelang penyelenggaraan pemilu lima tahunan.

"Pertarungan politik semacam ini akan selalu terulang setiap menghadapi pemilu lima tahunan. Inilah yang saya sebut sebagai realitas politik yang sebenarnya terus berulang," tutupnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya