Berita

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, saat kunjungan ke Provinsi Hainan, Tiongkok, pada Kamis, 16 Juli 2026 (Foto: Istimewa)

Global

Tiongkok Berhasil Integrasikan Pembangunan dan Perlindungan Lingkungan

SABTU, 18 JULI 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program perlindungan lingkungan hidup dan upaya masif Tiongkok dalam memulihkan ekosistem dinilai dapat menjadi inspirasi penting bagi komunitas global, termasuk Indonesia.

Apresiasi itu disampaikan langsung Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, di sela-sela kunjungan ke Provinsi Hainan, Tiongkok, pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Dalam kunjungan itu, Teguh melihat secara dekat bagaimana tata kelola lingkungan dan pembangunan berkelanjutan diintegrasikan secara harmonis oleh otoritas setempat.


“Di Hainan kita juga dapat menyaksikan integrasi pembangunan dan perlindungan alam yang serius. Kota Haikou menjadi semacam kota taman yang sangat asri. Banyak yang mengatakan Hainan menyerupai Hawaii, tapi setelah melihat  Haikou dari dekat saya kira tidak berlebihan mengatakan bahwa Hawaii yang menyerupai Hainan dan khususnya Haikou,” ujar Teguh dalam pembicaraan dengan Prof. Li Renjun dari Hainan University dalam perjalanan menuju pelabuhan Cosco Shipping Lines di Hainan. 

Teguh juga memuji konsistensi Tiongkok dalam mengejar target ganda karbon atau dual carbon target. Kebijakan strategis ini menargetkan Tiongkok untuk mencapai puncak emisi karbon (carbon peak) sebelum tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon (carbon neutrality) sebelum tahun 2060.

Menurut Teguh, target tersebut tidak sekadar dijadikan jargon politik di atas kertas, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) yang dikawal dengan regulasi ketat dan transisi energi yang terukur. Langkah ini dinilai sangat berani bagi negara dengan kapasitas industri raksasa seperti Tiongkok.

“Kita menyaksikan bagaimana sebuah negara industri besar bersedia mengambil tanggung jawab raksasa demi masa depan bumi. Komitmen dual carbon target Tiongkok ini memberikan optimisme baru di tengah ancaman perubahan iklim global yang semakin nyata,” ujar Teguh Santosa.

Selain kebijakan makro energi, Teguh juga memuji proyek-proyek restorasi ekologi skala besar yang telah menunjukkan hasil nyata. Salah satu yang paling mengesankan adalah program penghijauan intensif yang dilakukan di Provinsi Hebei dan wilayah Gurun Gobi.

Provinsi Hebei, yang secara historis merupakan salah satu wilayah industri berat dan penyumbang polusi terbesar, kini perlahan bertransformasi. Melalui program penanaman pohon yang masif, wilayah ini berhasil membangun sabuk hijau pelindung yang secara signifikan mengurangi polusi udara dan badai pasir menuju Beijing.

Sementara itu, proyek penghijauan Gurun Gobi melalui penanaman vegetasi khusus menjadi bukti bahwa teknologi dan ketekunan manusia mampu memulihkan lahan kritis. Tiongkok berhasil mengubah sebagian wilayah gurun yang gersang menjadi area yang produktif dan hijau, sekaligus membendung perluasan lahan kritis.

“Mengubah lahan gersang di Gurun Gobi menjadi kawasan hijau bukanlah pekerjaan mudah. Ini membutuhkan konsistensi, sains, dan keterlibatan masyarakat yang luar biasa. Apa yang dilakukan di Hebei dan Gobi adalah preseden penting bagi dunia,” tambah dosen hubungan internasional tersebut.

Kunjungan Teguh ke Provinsi Hainan sendiri memperkuat pandangannya tentang keseriusan Tiongkok dalam menjaga keselarasan alam. Hainan, yang kini berkembang pesat sebagai pelabuhan perdagangan bebas (Free Trade Port), tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara dan ekologi terbaik di Tiongkok.

Pemerintah Hainan berhasil menerapkan konsep pembangunan hijau dengan membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan mendorong ekowisata. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan hidup.

Teguh menilai, keberhasilan Tiongkok ini tidak lepas dari kemauan politik (political will) yang kuat dari jajaran kepemimpinan nasional hingga daerah. Sinergi antara kebijakan pemerintah pusat, inovasi teknologi hijau, dan mobilisasi masyarakat sipil menjadi kunci utama keberhasilan program-program tersebut.

Sebagai pemimpin organisasi media siber di Indonesia, Teguh juga menekankan pentingnya peran media dalam mengabarkan praktik-praktik baik penataan lingkungan ini. Diseminasi informasi mengenai keberhasilan restorasi lingkungan di berbagai belahan dunia diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif yang lebih luas.

“Media memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan gerakan penyelamatan bumi. Kolaborasi informasi mengenai teknologi hijau dan konservasi alam seperti yang dipraktikkan Tiongkok harus terus kita dorong agar bisa diadaptasi di tanah air,” pungkas Teguh.

Kunjungan persahabatan delegasi JMSI ke Hainan ini diharapkan dapat mempererat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Tiongkok. Di samping itu, kunjungan atas undangan All China Journalists Association (ACJA) ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih erat dalam kampanye global penyelamatan lingkungan hidup di masa depan. 

Dalam kunjungan, Teguh didampingi Penasihat JMSI Pusat Mursyid Sonsang, Utusan Bidang Luar Negeri Yophiandi Kurniawan, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, dan Ketua JMSI Kalimantan Tengah Julius Marulitua Sinaga, serta pembina Farah.id, Farida Farhah.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya