Berita

Ilsrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Melonjak ke Level 85 Dolar AS

KAMIS, 16 JULI 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali menguat untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap fasilitas militer Iran, sehingga memicu kekhawatiran terganggunya pasokan minyak global.

Harga minyak mentah Brent naik 33 sen atau 0,4 persen menjadi 85,28 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 42 sen atau 0,5 persen ke 80,02 Dolar AS per barel. Kedua kontrak tersebut kini diperdagangkan di dekat level tertinggi dalam satu bulan.


Sentimen pasar didorong oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan dari Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. 

Konflik memanas setelah AS menyerang sejumlah lokasi pertahanan pantai dan situs rudal Iran, sementara Teheran mengancam akan menghentikan lebih banyak ekspor energi dari kawasan.

Selain Selat Hormuz, analis juga mencermati potensi gangguan di jalur pelayaran Bab el-Mandeb menuju Laut Merah. Iran disebut dapat memanfaatkan kelompok Houthi di Yaman untuk meningkatkan tekanan terhadap AS, sehingga mengancam dua jalur distribusi energi paling penting di dunia.

Dari sisi proyeksi, Goldman Sachs memperkirakan harga Brent dapat menembus 110 Dolar AS per barel pada kuartal IV 2026 apabila ekspor minyak dari kawasan Teluk terus terganggu. Namun, harga juga berpeluang turun ke kisaran 60 Dolar AS pada akhir tahun jika ketegangan mereda dan produksi kembali pulih lebih cepat.

Sementara itu, Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 1,7 juta barel pada pekan yang berakhir 10 Juli. Penurunan tersebut lebih kecil dibandingkan perkiraan analis yang memprediksi penurunan 2,6 juta barel, sehingga memberikan dukungan terbatas terhadap kenaikan harga minyak.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya