Berita

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

60 Ribu UMKM Masuk Ekosistem MBG

RABU, 15 JULI 2026 | 16:05 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membentuk ekosistem ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil. 

Pemerintah mencatat sekitar 60 ribu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) telah terlibat dalam rantai pasok program tersebut, di luar ribuan dapur umum yang menjadi pusat produksi makanan.

Keterlibatan UMKM mencakup penyediaan berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan hingga produk pendukung operasional dapur MBG. Pemerintah menilai keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi ikut menggerakkan usaha masyarakat di daerah.


Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pihaknya bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus mendorong perluasan partisipasi pelaku usaha dalam ekosistem MBG.

“Sekarang angkanya sudah kurang lebih di 60 ribuan usaha mikro dan usaha kecil yang terlibat di dalam ekosistem ini, mensuplai barang, bikin produk A, B, dan C, suplai sayur-sayuran segala macam,” kata Maman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. 

Jumlah tersebut berada di luar dapur umum MBG yang saat ini disebut telah mencapai sekitar 27 ribu unit. Namun, penataan program masih berjalan seiring evaluasi terhadap tata kelola pelaksanaan MBG.

Menurut Maman, tantangan terbesar bukan hanya menambah jumlah UMKM yang terlibat, tetapi memastikan pelaku usaha mampu menjaga kualitas dan kesinambungan pasokan.

“Tantangannya itu bagaimana usaha-usaha mikro, kecil yang ikut terlibat dalam ekosistem MBG ini kualitas produknya juga harus terus continue dan berjalan,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan MBG tidak berjalan setengah-setengah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama pelaku UMKM di daerah.

“Jangan sampai ini dijalankan setengah-setengah. Presiden pada posisi itu, agar ekosistemnya betul-betul terbentuk nanti di daerah,” pungkas Maman.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya