Berita

Menlu AS Marco Rubio (Foto: X)

Dunia

AS Luncurkan Kampanye Besar-besaran Lawan ICC

SELASA, 14 JULI 2026 | 16:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi meluncurkan kampanye besar-besaran untuk melumpuhkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). 

Menurut laporan Departemen Luar Negeri AS, kampanye itu akan melibatkan seluruh instrumen pemerintahan guna melemahkan kemampuan operasional ICC, sekaligus mencegah lembaga tersebut menargetkan personel militer maupun pejabat Amerika Serikat. 

Washington berpendapat bahwa ICC tidak memiliki kewenangan mengadili warga negara Amerika karena AS tidak pernah menjadi pihak dalam Statuta Roma. 


Pemerintah AS juga menyoroti penyelidikan yang pernah dibuka ICC terhadap personel militer dan aparat intelijennya telah melampaui kewenangan badan internasional tersebut. 

"Rakyat Amerika tidak pernah menyetujui hal ini, dan semua presiden Amerika sejak ratifikasi ICC tetap berpendapat bahwa ICC tidak memiliki yurisdiksi atas warga Amerika," tegas pernyataan tersebut.

Lebih jauh, AS menuduh ICC tengah berupaya memposisikan diri sebagai lembaga supranasional yang berada di atas negara berdaulat. 

Dalam pandangan Washington, pengadilan itu berpotensi menjadi alat global yang dapat menuntut pejabat dan prajurit Amerika tanpa akuntabilitas.

Sebagai bagian dari kampanye itu, Departemen Luar Negeri AS akan menggalang dukungan diplomatik dengan mendorong negara-negara mitra menarik diri dari ICC. 

Washington juga meminta negara-negara yang tidak menjadi anggota Statuta Roma untuk memanfaatkan jaringan diplomatik mereka guna mengambil langkah serupa, sembari meningkatkan pengawasan terhadap negara yang tetap mengakui kewenangan ICC meski bergantung pada bantuan keamanan Amerika.

Selain tekanan diplomatik, AS tengah mempertimbangkan serangkaian langkah hukuman, termasuk pencabutan visa dan larangan perjalanan bagi personel ICC, serta perluasan sanksi terhadap lembaga tersebut dan organisasi yang berafiliasi dengannya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya