Berita

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Pemerintah Mulai Bangun Pabrik Sampah Jadi Listrik Pertama di Bali

SELASA, 14 JULI 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali sebagai langkah strategis mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi bersih. 

Proyek senilai Rp3 triliun itu menjadi implementasi pertama Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan pembangunan PSEL merupakan wujud transformasi pembangunan lingkungan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber energi baru. 


“Proyek ini bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan sampah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan,” ungkap Qodari dalam sebuah pernyataan, dikutip Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Qodari, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara lama. 

“Jika kita tetap membiarkan sampah menumpuk tanpa pengelolaan yang terpadu, maka pada 2028 tempat-tempat penampungan sampah kita akan lumpuh total karena kelebihan kapasitas," ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai sudah terlihat di Bali, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung. Dari sekitar 1.600 ton timbulan sampah harian di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, lebih dari 72 persen masih berakhir di TPA. 

Karena itu, pemerintah melalui Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama pembangunan PSEL Denpasar Raya pada 8 Juli 2026 sebagai solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di kawasan tersebut.

Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2027 itu dirancang mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari menggunakan teknologi moving grate incinerator.

Teknologi tersebut dapat mengurangi volume sampah hingga 80-90 persen sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik, sementara sisa sampah akan dikelola melalui pendekatan Reduce, Reuse,dan Recycle zejak dari sumbernya.

“Ini bukan sekadar membangun gedung atau mesin, melainkan membangun solusi jangka panjang demi memulihkan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya. 

Ke depan, PSEL Denpasar Raya akan menjadi model bagi pembangunan fasilitas serupa di 34 kawasan aglomerasi yang ditargetkan mampu menyelesaikan persoalan sampah di 60 hingga 70 kabupaten dan kota, sekaligus menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya