Berita

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. (Foto: RMOL)

Politik

Percepat RUU Perampasan Aset, DPR Bakal Libatkan Akademisi hingga BEM

SELASA, 14 JULI 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR memastikan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset akan dipercepat dengan memperluas pelibatan publik, mulai dari akademisi, praktisi hukum hingga organisasi mahasiswa.

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah rapat pimpinan dan para ketua kelompok fraksi (kapoksi) yang digelar pada Minggu malam, 12 Juli 2026.

"Tadi malam kami melakukan rapat, soal bagaimana kita maksimalisasi dan percepat, semua proses penyerapan aspirasi publik terkait perampasan aset ini," kata Habiburokhman di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.


Habiburokhman juga membantah narasi hoaks yang menyebut DPR menolak atau memperlambat pembahasan RUU Perampasan Aset. Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai fakta yang ada.

"Faktanya teman-teman tahu semua, kita sudah berminggu-minggu melakukan RDPU soal undang-undang perampasan aset, ya. Ini jauh lebih banyak daripada pembahasan di undang-undang yang lain, ya, kalau dalam kurun waktu hanya 2-3 minggu kemarin,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga membantah anggapan bahwa pengalihan status RUU Perampasan Aset menjadi usul inisiatif DPR bertujuan memperlambat pembahasan. Justru sebaliknya, kata dia, langkah tersebut merupakan strategi agar proses legislasi lebih cepat.

"Justru UU yang inisiatifnya dari DPR, logikanya memang jauh lebih cepat. Kenapa? Karena DIM-nya itu hanya akan ada satu dari pemerintah. Tapi kalau undang-undang usulan dari pemerintah, maka DIM-nya akan ada dari delapan fraksi,” tuturnya.

Untuk memperkaya substansi beleid tersebut, kata Habiburrokhman, Komisi III DPR sendiri akan mengundang akademisi dari fakultas hukum di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kampus-kampus di daerah.

"Kita akan undang semua akademisi hukum, representasi. Jadi enggak hanya universitas yang besar-besar dan selama ini banyak terlibat di sini saja, tapi universitas apa namanya di daerah, juga kita akan undang dan kita akan fasilitasi kedatangan para akademisi tersebut," ungkap Habiburokhman.

Selain akademisi, Komisi III DPR juga akan meminta masukan dari para praktisi hukum yang berpengalaman menangani perkara-perkara terkait perampasan aset.

Beberapa nama yang akan diundang antara lain Hotman Paris Hutapea, Maqdir Ismail, Juniver Girsang, hingga Ari Yusuf Amir.

Tak hanya itu, Komisi III juga akan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi. Dalam waktu dekat, BEM Universitas Trisakti dijadwalkan hadir menyampaikan pandangannya, menyusul BEM UIN yang sebelumnya telah mengikuti rapat dengar pendapat umum.

"Jadi, tidak benar bahwa kita terjadi perlambatan dalam apa pembentukan undang-undang perampasan aset ini," tegas Habiburokhman.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya