Berita

Anggota Komisi III DPR RI M Nasir Djamil (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Komisi III DPR: Langkah Cooling System yang Dilakukan Kapolri Sudah Tepat dan Cermat

SELASA, 14 JULI 2026 | 13:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dinilai sebagai upaya tepat dan cermat.

Terutama, untuk meredam berbagai spekulasi di tengah mencuatnya perkara hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Anggota Komisi III DPR RI M Nasir Djamil menilai inisiatif Kapolri tidak sekadar bersifat seremonial. Menurutnya, komunikasi antarpimpinan lembaga penegak hukum menjadi sinyal kuat bahwa Polri, Kejaksaan, dan TNI tetap solid dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya.


“Dalam waktu singkat Kapolri Jenderal Sigit mengambil inisiatif mendinginkan suasana yang sempat panas. Tindakan bertemu dan bicara langsung telah menutup spekulasi liar soal gesekan antar lembaga kejaksaan dan kepolisian serta TNI,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut politikus PKS itu, pertemuan tersebut dapat mencairkan suasana yang sebelumnya memanas menyusul proses hukum terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Nasir menyinggung pula munculnya perhatian publik setelah adanya personel TNI yang menjaga rumah Febrie serta kedatangan anggota TNI ke Polda Metro Jaya. Jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa komunikasi yang baik antarlembaga, dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memunculkan kesan adanya ketegangan di antara institusi negara.

Karena itu, ia memandang langkah "cooling system" yang dilakukan Kapolri merupakan keputusan yang tepat dan cermat guna menjaga soliditas antarlembaga penegak hukum.

Di sisi lain, Nasir mengingatkan agar proses hukum terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah tetap berjalan secara objektif, transparan, adil, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Banyak kelompok masyarakat yang menaruh harapan bahwa menyerahkan proses hukum Febri dari kepolisian ke Kejaksaan tetap mengedepankan profesionalitas dan integritas,” ujar legislator asal Aceh itu.

Menurut Nasir, perkara yang menjerat mantan Jampidsus itu juga menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjaga kepercayaan publik. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang mulai pesimistis terhadap terwujudnya keadilan apabila proses hukum tidak dijalankan secara profesional.

Karena itu, ia meminta Presiden turut mengevaluasi akar persoalan yang memicu munculnya dinamika tersebut agar tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Kekuasaan penegakan hukum oleh aparat penegak hukum butuh pengawasan yang ekstra,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya