Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Melonjak Hampir 10 Persen Usai Trump Berlakukan Lagi Blokade Iran

SELASA, 14 JULI 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap Iran di tengah meningkatnya konflik kedua negara di sekitar Selat Hormuz. 

Pada penutupan perdagangan Senin, 13 Juli 2026, harga minyak mentah Brent melonjak 9,6 persen ke level 83,30 Dolar AS per barel, menjadi kenaikan harian terbesar sejak Mei 2020. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9,4 persen dan berakhir di 78,14 Dolar AS per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah Trump menyatakan Amerika Serikat kembali menerapkan blokade terhadap Iran. Menurutnya, langkah tersebut hanya akan menghentikan kapal-kapal maupun pelanggan Iran yang keluar masuk wilayah tersebut, sementara negara lain tetap dapat menggunakan Selat Hormuz secara bebas.


"Kami memberlakukan kembali blokade Iran. Hanya kapal atau pelanggan Iran yang akan dihentikan. Semua negara lain tetap memiliki hak penggunaan Selat Hormuz secara adil dan terbuka," tulis Trump di Truth Social.

Trump juga menyatakan AS akan terus menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, ia meminta kompensasi sebesar 20 persen dari nilai seluruh kargo yang melintasi jalur strategis tersebut sebagai biaya perlindungan yang diberikan AS.

Di sisi lain, ketegangan militer juga terus meningkat. Militer AS melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah target di Iran sebagai balasan atas serangan Korps Garda Revolusi Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Meski media pemerintah Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan, militer AS membantah klaim tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan jalur pelayaran masih terbuka bagi seluruh kapal yang berlayar secara sah.

"Pasukan AS siap memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga. Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz dan lalu lintas kapal tetap berlangsung," tulis CENTCOM di X.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya