Berita

Produk Suhita Lebah Indonesia. (Foto: Dokumentasi BRI)

Bisnis

BRI Dampingi Suhita Lebah Indonesia Kembangkan Usaha Madu Berkelanjutan

SENIN, 13 JULI 2026 | 22:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Usaha madu asal Bandar Lampung, Suhita Lebah Indonesia, berhasil mengembangkan bisnis madu berkelanjutan berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan hutan sebagai bagian dari rantai produksi. 

Melalui pendampingan dari BRI, pelaku UMKM ini terus memperkuat kapasitas usaha sekaligus menjaga kualitas produk dari hulu hingga hilir.

Suhita Lebah Indonesia membangun ekosistem usaha yang terintegrasi mulai dari kawasan hutan primer Sumatera, proses pengolahan, hingga pemasaran. 


Dalam menjalankan usahanya, perusahaan bekerja sama dengan para beekeeper (peternak lebah) dan peneliti di bidang perlebahan, serta memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok.

Produk yang dihasilkan meliputi Trigona Honey, Rain Forest Honey, dan Melifera Honey yang dipasarkan melalui kanal offline maupun online ke berbagai daerah di Indonesia.

Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengatakan sejak berdiri pada 2016, usahanya menerapkan sistem produksi yang terintegrasi untuk menjaga kualitas dan ketelusuran produk madu.

“Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga. Kami juga mengajak masyarakat di sekitar hutan primer Sumatera untuk ikut serta menjadi beekeeper melalui pelatihan budidaya lebah madu, konservasi tanaman hutan, serta mempertahankan ekosistem alami lebah," ujar Isnina dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Untuk menjaga kualitas produk, Suhita Lebah Indonesia menerapkan pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan serta mengantongi sejumlah sertifikasi dan izin edar. Di antaranya Nomor Kontrol Veteriner (NKV), izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produk madu olahan, campuran, dan herbal.

Isnina menjelaskan, Suhita Lebah Indonesia juga mengelola peternakan sendiri dan bermitra dengan peternak serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan berstandar keamanan pangan.

“Kami memiliki farm (peternakan) milik sendiri, farm mitra, dan melibatkan petani serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Kami juga menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu, sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI," jelasnya.

Perkembangan usaha Suhita Lebah Indonesia juga didukung pendampingan dari Rumah BUMN BRI Bakauheni sejak 2021. Bergabung sebagai UMKM binaan, Isnina mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas seperti BRIncubator, BRILiaNpreneur, pelatihan daring dan luring, hingga bazar untuk memperluas akses pasar.

Selain pendampingan, Suhita Lebah Indonesia juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI serta layanan QRIS BRI guna mendukung operasional usaha dan mempermudah transaksi dengan pelanggan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kisah Suhita Lebah Indonesia menjadi contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui semangat belajar, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal.

“Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya," pungkas Dhanny.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya