Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Nasdem, Erna Sari Dewi. (Foto: Istimewa)
Rentetan kecelakaan lalu lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) menjadi pengingat bahwa pengawasan keselamatan di jalan masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Menurut Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Nasdem, Erna Sari Dewi, keselamatan transportasi harus menjadi prioritas utama pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Hal itu tidak boleh menjadi sektor yang dikurangi perhatiannya meski anggaran terbatas.
“Kalau saya hari ini menyorot soal keselamatan. Bagi saya, keselamatan itu adalah high priority di Dirjen Perhubungan Darat, bukan second priority,” ujar Erna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut dia, keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warga negara.
Karena itu, efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada melemahnya fungsi pengawasan maupun pemenuhan fasilitas keselamatan transportasi.
“Keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi darat,” tegasnya.
Erna menilai, sejumlah kecelakaan yang terjadi, termasuk di jalur Pantura, harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah.
Evaluasi tidak hanya terkait faktor pengemudi, tetapi juga menyangkut sistem manajemen keselamatan yang diterapkan di lapangan.
Selain pengawasan, ia juga meminta pemerintah memperhatikan aspek pendukung keselamatan seperti kondisi marka jalan dan rambu lalu lintas.
“Bagaimana dengan marka jalan? Bagaimana dengan rambu-rambu jalan? Tentu ini harus menjadi evaluasi yang komprehensif bagi Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Darat,” ujarnya.
Setiap kejadian kecelakaan tidak boleh hanya berhenti pada penanganan setelah peristiwa terjadi.
“Kita tidak menginginkan kejadian demi kejadian ini terus terjadi. Kita harus belajar dari setiap kejadian dan menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru, khususnya di sektor transportasi darat,” pungkasnya.