Berita

Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Nasdem, Erna Sari Dewi. (Foto: Istimewa)

Politik

Nyawa Pengguna Jalan Jangan Kalah oleh Efisiensi Anggaran

SENIN, 13 JULI 2026 | 18:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rentetan kecelakaan lalu lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) menjadi pengingat bahwa pengawasan keselamatan di jalan masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Menurut Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Nasdem, Erna Sari Dewi, keselamatan transportasi harus menjadi prioritas utama pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Hal itu tidak boleh menjadi sektor yang dikurangi perhatiannya meski anggaran terbatas.


“Kalau saya hari ini menyorot soal keselamatan. Bagi saya, keselamatan itu adalah high priority di Dirjen Perhubungan Darat, bukan second priority,” ujar Erna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut dia, keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warga negara. 

Karena itu, efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada melemahnya fungsi pengawasan maupun pemenuhan fasilitas keselamatan transportasi.

“Keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi darat,” tegasnya.

Erna menilai, sejumlah kecelakaan yang terjadi, termasuk di jalur Pantura, harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah. 

Evaluasi tidak hanya terkait faktor pengemudi, tetapi juga menyangkut sistem manajemen keselamatan yang diterapkan di lapangan.

Selain pengawasan, ia juga meminta pemerintah memperhatikan aspek pendukung keselamatan seperti kondisi marka jalan dan rambu lalu lintas. 

“Bagaimana dengan marka jalan? Bagaimana dengan rambu-rambu jalan? Tentu ini harus menjadi evaluasi yang komprehensif bagi Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Darat,” ujarnya.

Setiap kejadian kecelakaan tidak boleh hanya berhenti pada penanganan setelah peristiwa terjadi.

“Kita tidak menginginkan kejadian demi kejadian ini terus terjadi. Kita harus belajar dari setiap kejadian dan menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru, khususnya di sektor transportasi darat,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya