Berita

Iran kritik pertemuan PBB terkait menyingkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah (Unggahan akun X @IRIMFA_SPOX)

Global

Iran Kritik Pernyataan PBB, Sebut Akar Masalah Konflik adalah Amerika

SENIN, 13 JULI 2026 | 09:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Melalui unggahan di akun X, Baghaei menegaskan bahwa keprihatinan PBB baru disampaikan setelah masalah berkembang, sementara akar persoalannya adalah tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat.

"Kepedulian PBB baru-baru ini mengenai masalah tersebut seharusnya bukan sekadar menyoroti akibatnya, tetapi juga penyebab utamanya," tulis Baghaei, dikutip Senin, 13 Juli 2026.


Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran bukan tindakan membela diri, melainkan kelanjutan dari tindakan agresif yang menurutnya telah dimulai sejak 28 Februari tanpa adanya provokasi dari Iran.

"Ini bukan tindakan membela diri. Ini adalah kelanjutan dari agresi yang dimulai pada 28 Februari. Serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB," kata Baghaei.

Baghaei juga menyatakan bahwa serangan Iran terhadap pangkalan dan aset militer AS di Teluk Persia merupakan pelaksanaan hak membela diri sesuai hukum internasional. Ia mendesak negara-negara yang mendukung operasi militer AS agar tidak lagi mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai basis peluncuran serangan terhadap Iran.

Selain itu, Baghaei mengkritik penggunaan istilah "Teluk Arab" dan menegaskan bahwa nama yang diakui dalam dokumen resmi PBB adalah "Teluk Persia".


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya