Anak usaha digital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperoleh penghargaan atas kualitas layanan digital melalui riset Service Excellence dan efisiensi Opening Account via Mobile (Foto: Istimewa)
Di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin ketat, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus menunjukkan kinerja yang positif.
Anak usaha digital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) ini berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnis dan memperkuat posisi di segmen bank digital.
Berdasarkan laporan keuangan Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 7,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp308,35 miliar.
Di sisi pendanaan, Bank Raya mencatat pertumbuhan signifikan pada tabungan digital (Digital Saving) yang melonjak 63,9 persen (yoy) menjadi Rp2,30 triliun. Peningkatan tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan memperluas penghimpunan dana murah melalui platform digital di tengah persaingan memperebutkan dana pihak ketiga.
Kinerja positif tersebut turut diiringi pengakuan dari sejumlah lembaga independen. Bank Raya memperoleh penghargaan atas kualitas layanan digital melalui riset Service Excellence dan efisiensi Opening Account via Mobile yang dilakukan Infobank. Selain itu, The Iconomics menobatkan Bank Raya sebagai Top Bank 2026 untuk kategori KBMI 1 berdasarkan penilaian terhadap fundamental keuangan dan eksposur publik perusahaan.
Corporate Secretary Bank Raya, Ajeng Putri Hapsari, mengatakan strategi perseroan saat ini berfokus pada inovasi berbasis data untuk menjawab perubahan kebutuhan nasabah.
"Kami menghadirkan layanan yang dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku nasabah," ujar Ajeng dalam keterangannya yang dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai fitur pada aplikasi Raya, salah satunya konsep gamification dalam menabung yang menghubungkan aktivitas kebugaran pengguna dengan pencapaian target keuangan.
Sebagai bagian dari BRI Group, Bank Raya juga terus mengoptimalkan sinergi ekosistem untuk memperluas pembiayaan digital tanpa mengabaikan kualitas aset. Pertumbuhan Digital Saving yang mencapai 63,9 persen pada awal 2026 menjadi modal likuiditas yang kuat untuk mendorong ekspansi pembiayaan, terutama di segmen mikro dan gig economy yang menjadi fokus perseroan.
Ke depan, keberhasilan Bank Raya mempertahankan pertumbuhan diperkirakan akan bergantung pada kemampuan perusahaan menghadirkan inovasi digital yang relevan, memperluas basis nasabah, serta menjaga profitabilitas di tengah dinamika ekonomi dan persaingan industri perbankan digital.