Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Tak Cemas Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga: Ekonomi Kita Aman dan Solid

JUMAT, 10 JULI 2026 | 18:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menyentuh level Rp18.000 per Dolar AS.

Menurut Airlangga, ketahanan ekonomi nasional masih tercermin dari sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif. 

Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih mencapai 5,61 persen serta neraca perdagangan secara kumulatif yang tetap mencatatkan surplus.


"Pertama kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kemarin kan masih baik di 5,61. Kemudian kalau kita lihat neraca perdagangan year to date juga masih positif," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, pada Jumat 10 Juli 2026. 

Ia mengakui neraca perdagangan sempat mengalami defisit dalam satu bulan terakhir. Namun, kondisi tersebut dipicu kenaikan harga impor bahan bakar minyak (BBM), bukan karena penurunan kinerja ekspor nasional.

Airlangga menjelaskan nilai ekspor komoditas utama seperti kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy masih relatif stabil. Pemerintah pun optimistis neraca perdagangan dapat terus dijaga pada bulan-bulan mendatang.

Selain sektor perdagangan, pemerintah juga menilai inflasi masih terkendali dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen.

Untuk menjaga daya saing industri, pemerintah menyiapkan sejumlah insentif, antara lain pembebasan bea masuk impor bahan baku plastik bagi industri kimia serta tarif bea masuk nol persen untuk impor LPG sebagai bahan baku industri petrokimia selama enam bulan.

Di sisi domestik, berbagai program prioritas Presiden seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan perumahan juga terus berjalan dengan realisasi yang dinilai positif.

Airlangga menambahkan kondisi sektor perbankan juga masih sehat. Dana pihak ketiga (DPK) telah kembali tumbuh dua digit, sementara penyaluran kredit mulai meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Dari segi perbankan relatif aman, memang dana pihak ketiga juga di perbankan sudah double digit dan kita melihat kredit juga sudah mulai berjalan, sudah meningkat dibandingkan kuartal yang lalu," paparnya.

Ia juga menekankan optimisme terhadap ekonomi Indonesia tercermin dari proyeksi berbagai lembaga internasional. World Bank, IMF, dan OECD masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen.

"Dari berbagai lembaga, baik itu World Bank, IMF, maupun OECD, pertumbuhan ekonomi kita masih dalam range sekitar 5 persen. Jadi relatif semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid," pungkas Airlangga.

Sementara itu, mengutip data Bloomberg kurs Rupiah Jumat sore ditutup menguat 63 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp18.065 per Dolar AS.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya