Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo: Pemimpin yang Suka Bohong Adalah Bencana bagi Rakyat

JUMAT, 10 JULI 2026 | 18:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pemimpin daerah agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menitipkan NTB kepada para pemimpin daerah agar mampu mengelola pemerintahan dengan arif dan berpihak kepada kepentingan rakyat.


"Saya titip NTB. Pimpinannya, para gubernur, bupati, pimpinlah dengan arif, dengan baik," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, kecintaan terhadap rakyat harus menjadi landasan utama bagi setiap pemimpin dalam mengambil keputusan. 

Dia meminta para kepala daerah menggunakan kebijakan yang berpijak pada akal sehat serta menghindari niat memperkaya diri di atas penderitaan masyarakat kecil.

"Cinta kepada rakyat. Dasarnya adalah demikian. Urus rakyatmu. Gunakan kebijakan-kebijakan yang akal sehat. Hindari niat jadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Jauhi pikiran seperti itu. Itu dosa yang paling jahat," tegas Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, saling memaafkan, serta menjauhi sikap licik dan kebohongan yang dapat merusak kepercayaan publik.

"Saya mengajak semua unsur. Mari kita bersatu. Mari kita saling memaafkan kekurangan kita masing-masing. Mari kita maafkan. Kita bersatu. Kita berpikir baik. Jangan berpikir jahat. Jangan licik. Jangan nipu. Jangan bohong," ungkapnya.

Prabowo menutup pesannya dengan menegaskan bahwa kepemimpinan tanpa kejujuran hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat. 

"Pemimpin yang suka bohong adalah bencana bagi rakyat," pungkas Prabowo.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya