Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisnis

Prabowo Target Pangkas 800 BUMN Bermasalah hingga Akhir 2026

JUMAT, 10 JULI 2026 | 18:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan hingga 800 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak efisien dan terus mengalami kerugian hingga akhir 2026.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026. 

Presiden mengaku terkejut setelah mengetahui jumlah BUMN mencapai 1.077 perusahaan. Bahkan, ia menduga masih terdapat sejumlah perusahaan turunan seperti anak perusahaan hingga cicit perusahaan.


"Begitu saya dilantik, 1.077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan," ujarnya.

Menurut Prabowo, keberadaan banyak perusahaan yang tidak efisien berpotensi menjadi celah dalam pengelolaan keuangan negara. Karena itu, pemerintah melakukan penertiban terhadap BUMN yang dinilai tidak sehat.

Hingga Juli 2026 sebanyak 240 BUMN bermasalah telah ditutup, dan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 250 perusahaan. 

Prabowo menargetkan hingga Desember 2026 total 800 BUMN yang tidak efisien dan terus merugi akan ditutup.

"Sampai akhir bulan Juli sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres. Sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang rugi terus," ungkapnya.

Prabowo menambahkan, penataan tersebut juga berdampak pada penghematan biaya operasional yang selama ini membebani perusahaan negara.

"Dari gaji direksi saja, overhead-nya mendekati Rp70 triliun. Sudah kita hemat," pungkas Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya