Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Minta Lima Bendungan Dikelola Optimal Demi Ketahanan Pangan

JUMAT, 10 JULI 2026 | 15:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto meminta lima bendungan yang baru diresmikan pemerintah agar dikelola secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para petani. 

Lima bendungan yang diresmikan pada Jumat, 10 Juli 2026, yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Keureuto dan Rukoh di Aceh, Jlantah di Jawa Tengah, serta Sidan di Bali, merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi negara sekitar Rp9,79 triliun.

Prabowo menegaskan lima bendungan tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional hingga satu juta ton beras.


"Saudara-saudara, lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun. Bayangkan, hari ini kita resmikan lima bendungan ini. Nanti dengan teknologi, dengan benih yang terbaik, bisa menghasilkan satu juta ton beras, lima bendungan ini," ujar Prabowo.

Kepala Negara kemudian menitipkan pesan agar seluruh pihak menjaga dan mengelola bendungan tersebut dengan baik, sehingga manfaat aliran air benar-benar sampai kepada petani sebagai ujung tombak penyedia pangan nasional.

"Saudara-saudara, saya titip jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan baik. Rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegasnya.

Prabowo juga menekankan bahwa setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat harus memberikan manfaat kembali kepada rakyat. 

Dia optimistis Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia setelah berhasil meningkatkan produksi hingga mulai mengekspor sejumlah komoditas pangan ke negara lain.

"Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor pangan ke negara-negara lain. Sekarang kita sudah diminta bantuan. Mohon kita bisa jual ke Brasil, Filipina, India," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya