Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bila faktor perubahan suhu antara bagian luar gedung yang panas dan bagian dalam ruangan yang menggunakan pendingin udara atau AC jadi penyebab pecahnya kaca Gedung Badan Gizi Nasional atau BGN di Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Juli 2026./Dok Polres Metro Jakarta Pusat
Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bila faktor perubahan suhu antara bagian luar gedung yang panas dan bagian dalam ruangan yang menggunakan pendingin udara atau AC jadi penyebab pecahnya kaca Gedung Badan Gizi Nasional atau BGN di Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Juli 2026.
“Dari hasil pengecekan awal, pecahan kaca di Gedung BGN diduga terjadi karena faktor perubahan suhu. Kondisi di luar ruangan panas, sementara di dalam menggunakan AC, sehingga terjadi pemuaian pada kaca dan mengakibatkan kaca pecah,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung dalam keterangan resmi, Jumat 10 Juli 2026.
Hasil tersebut didapat setelah petugas kepolisian bersama Tim INAFIS datang ke lokasi untuk memastikan kondisi di tempat kejadian. Petugas juga melakukan pengamanan di sekitar titik kaca yang pecah.
“Petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan situasi tetap aman,” katanya.
Di sisi lain, berdasarkan keterangan pihak pengelola gedung, kejadian kaca pecah seperti ini pernah terjadi sebelumnya.
Bahkan, dalam satu tahun, kaca gedung disebut dapat pecah sekitar satu hingga dua kali, terutama saat musim panas atau kemarau.
“Pihak pengelola gedung menyampaikan bahwa kejadian serupa pernah terjadi, khususnya saat cuaca panas atau musim kemarau,” jelas Reynold.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Saat ini dugaan awal penyebab kaca pecah karena faktor cuaca panas dan perbedaan suhu, namun pengecekan tetap dilakukan secara proporsional,” kata Budi.