Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Laju IPO Masih di Bawah Target, BEI Evaluasi Proyeksi 50 Emiten Baru

JUMAT, 10 JULI 2026 | 10:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Target pencatatan 50 emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir 2026 masih menghadapi tantangan. 

Hingga memasuki paruh kedua tahun ini, laju IPO belum mencerminkan target yang dipatok, sehingga bursa mulai mengevaluasi proyeksi tersebut di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan, evaluasi masih berlangsung dan belum ada keputusan apakah target tersebut akan direvisi. 


Menurutnya, kondisi pasar masih sangat dinamis sehingga peluang pencapaiannya baru dapat diukur pada akhir tahun.

"Waktu masih berjalan lah kita lihat, tapi kalau kita berjuang, kita bisa dapet trust secepat mungkin, kondisi juga membaik geopolitik dan segala macemnya support, rasa-rasanya kita harus melihat ke depan tetap optimis. Masalah nanti tercapai atau engga kan akhir tahun. Kita lagi diskusikan apakah kita akan revisi atau engga dan belum ada keputusan," kata Saidu kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis 9 Juli 2026. 

Hingga 9 Juli 2026, sebanyak enam perusahaan telah mencatatkan saham di BEI melalui IPO dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,67 triliun. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi tujuh emiten setelah satu perusahaan dijadwalkan mencatatkan sahamnya pada Jumat 10 Juli 2026. 

Di tengah upaya memulihkan kepercayaan investor, BEI memilih memfokuskan diri pada kualitas perusahaan yang akan melantai di bursa dibanding sekadar mengejar target jumlah emiten baru.

"Kita coba untuk lakukan emiten-emiten yang berkualitaslah yang akan masuk ke Bursa, menjadi emiten kita," ujarnya.

Saidu menambahkan, keberhasilan pasar perdana tidak hanya diukur dari jumlah perusahaan yang melakukan IPO maupun besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari kualitas emiten yang masuk ke pasar modal.

"Lebih kepada kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal, baik dari sisi fundamental, tata kelola, maupun kesiapannya menjadi perusahaan terbuka," jelasnya.

Sementara itu, antrean (pipeline) IPO masih diisi enam perusahaan. Berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdiri atas dua perusahaan berskala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar, satu perusahaan berskala menengah dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta tiga perusahaan berskala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.

Dari sisi sektor usaha, pipeline tersebut didominasi perusahaan healthcare sebanyak dua perusahaan. Sisanya berasal dari sektor basic materials sebanyak satu perusahaan, consumer cyclicals sebanyak dua perusahaan, dan consumer non-cyclicals sebanyak satu perusahaan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya