Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara 'Makan Dengan Makna' kerja sama Kemenkes dan TikTok Indonesia (Foto: Istimewa)

Nusantara

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

JUMAT, 10 JULI 2026 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak para kreator konten di TikTok mengambil peran lebih besar dalam membangun budaya hidup sehat di Indonesia. 

Menurutnya, media sosial memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perubahan perilaku masyarakat, termasuk dalam membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan.

Budi mengatakan, tren makanan yang berkembang di media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat memilih makanan yang lebih sehat. Ia berharap pola makan bergizi tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang membosankan, tetapi menjadi gaya hidup yang diminati banyak orang.


"Mari kita ubah stigma masyarakat untuk membuat pola makan sehat ini menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out). Jangan sampai tren makanan yang tidak sehat justru diadopsi secara luas karena dampaknya buruk bagi kesehatan masyarakat di usia produktif. Tolong bantu ubah perilaku makan masyarakat Indonesia menjadi lebih seimbang," ujar Budi. 

Pesan tersebut disampaikan Menkes dalam peluncuran program Makan Dengan Makna, inisiatif TikTok Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026, untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Menurut Budi, perubahan gaya hidup merupakan salah satu faktor terpenting dalam menekan angka penyakit tidak menular yang hingga kini masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Ia menjelaskan, penyakit seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat serta rendahnya aktivitas fisik sehari-hari. Karena itu, edukasi mengenai pola makan sehat harus dilakukan secara lebih masif dengan memanfaatkan platform digital yang dekat dengan masyarakat.

Kerja sama antara Kementerian Kesehatan dan TikTok diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) yang bertujuan memperkuat edukasi publik mengenai berbagai program prioritas kesehatan, termasuk gizi seimbang, Isi Piringku, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kolaborasi tersebut juga dinilai penting mengingat hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 96,7 persen masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun masih belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur setiap hari.

Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, mengatakan pihaknya ingin memanfaatkan kekuatan platform digital untuk menghadirkan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan masyarakat.

"Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan penemuan (discovery) di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kaya Noudhy.

"Bersama para kreator, komunitas, Foodbank of Indonesia, dan dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat menemukan cara-cara sederhana untuk memulai kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus semakin mengapresiasi kekayaan bahan pangan lokal Indonesia," tambahnya. 

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, TikTok meluncurkan program Makan Lokal yang menghadirkan sesi LIVE memasak bersama para kreator dengan memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai inspirasi menu sehat.

Selain itu, TikTok juga bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia melalui donasi senilai 200 ribu Dolar AS untuk membantu penyaluran lebih dari 80 ribu makanan bergizi kepada masyarakat rentan, sekaligus memperluas edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya