Berita

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PDI Perjuangan Selly Andriany Gantina. (Foto: Istimewa)

Politik

Selly Gantina:

Tragedi Tiga Santri di Lombok Tengah Tak Boleh Ditutupi

KAMIS, 09 JULI 2026 | 16:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Aparat Kepolisian didesak mengusut tuntas tragedy terbakarnya tiga santri Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

“Jika memang tidak ada kepentingan harusnya bisa diungkap cepat. Jangan berdusta kepada publik,” kata Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PDI Perjuangan Selly Andriany Gantina dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.

Sebelumnya video viral bermunculan di media sosial menerangkan bagaimana tiga orang santri mengalami luka bakar serius dan terbaring lemah di perawatan rumah sakit. 


Selain itu, video viral juga muncul memperlihatkan ketiganya alami intimidasi saat berangkat ke Podcast Denny Sumargo di Bandara. 

Menyikapi hal itu, Selly menegaskan keselamatan korban anak menjadi prioritas utama. Ia pun meminta agar kasus ini diungkapkan ke publik dan tidak ditutupi. 

Ia kemudian menyoroti lambannya proses kasus sejak laporan akhir 2025 lalu yang berdampak pada pemulihan korban. Termasuk dugaan adanya pembullyan yang dilakukan senior santri seperti keterangan ketiga korbannya.

“Ini menjadi catatan, bagaimana proses ini begitu lama, hak hak korban yang merupakan anak tidak dipenuhi,” kata Legislator Dapil Jabar VIII itu. 

Mengutip pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang mengecam keras adanya perundungan dalam bentuk apa pun, Selly berharap aparat bersikap objektif dan tidak mengkhianati sumpah jabatan hingga melanggar kode etik.

“Jangan sampai ini menciptakan persepsi negatif dan menghilangkan kepercayaan publik baik kepada penegak hukumnya maupun lembaga pendidikan keagamaan,” tutup Selly.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya