Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Defisit APBN Semester I-2026 Tembus Rp196,5 Triliun

Jebol Rp16 Triliun dalam Sebulan
KAMIS, 09 JULI 2026 | 16:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I-2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Angka tersebut naik Rp16,1 triliun dari posisi defisit akhir Mei 2026 yang mencapai Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pelebaran defisit terjadi karena realisasi belanja negara masih lebih besar dibandingkan pendapatan negara. 


Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, naik 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN, meningkat 17,8 persen secara tahunan.

"Defisit tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali," kata Purbaya, dikutip Kamis 9 Juli 2026.

Ia juga menepis anggapan sebagian pengamat yang memperkirakan defisit APBN tahun ini akan melampaui batas 3 persen terhadap PDB. 

Menurutnya, proyeksi tersebut muncul karena menggunakan pendekatan sederhana dengan mengalikan capaian defisit pada awal tahun untuk memperkirakan posisi hingga akhir tahun.

Purbaya mencontohkan, saat defisit APBN sempat berada di level 0,9 persen terhadap PDB, muncul perkiraan bahwa defisit akhir tahun akan mencapai sekitar 3,6 persen. 

Namun, dengan realisasi semester I sebesar 0,76 persen terhadap PDB, menurutnya pendekatan yang sama justru menghasilkan proyeksi sekitar 1,5 persen.

"Sekarang enam bulan angkanya 0,76 persen. Defisit ini tetap terkendali dan defisit akan di bawah 3 persen," kata Purbaya.

Purbaya menambahkan, peningkatan penyerapan anggaran merupakan bagian dari upaya pemerintah agar realisasi belanja tidak lagi terkonsentrasi pada akhir tahun, melainkan lebih merata sepanjang tahun anggaran.

"Ini hasil dari upaya kita untuk memastikan belanja negara lebih terjadi merata sepanjang tahun," tandas Purbaya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya