Berita

Konferensi pers Komisi III DPR, Kamis 9 Juli 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Komisi III DPR:

Siapa pun Terlibat Korupsi Batu Bara Harus Diproses, Termasuk Pejabat Negara

KAMIS, 09 JULI 2026 | 15:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pengusutan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) harus dilakukan tanpa pandang bulu. 

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman mengatakan, siapa pun yang terbukti terlibat, baik pejabat negara, pengusaha, maupun pihak lainnya, harus mempertanggungjawabkan secara hukum.

Habiburokhman mengaku mengapresiasi sekaligus mendukung langkah Kortas Tipikor Polri dalam mengusut perkara tersebut hingga tuntas.


"Siapa pun yang terlibat dalam korupsi batu bara ini harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum," kata Habiburokhman dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.

Ia menegaskan, dugaan korupsi batu bara tidak hanya menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat akibat terjadinya pemadaman listrik di sejumlah daerah.

Komisi III juga memastikan akan terus mengawal proses hukum agar berjalan sesuai aturan dan bebas dari intervensi.

Senada, Anggota Komisi III DPR, Sudeson Tandra, meminta seluruh aparat penegak hukum, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan, solid mendukung pengungkapan kasus tersebut.

"Termasuk Jaksa, solid di belakang penyidik Kortas Tipikor untuk mengungkap perkara ini seterang-terangnya, sejelas-jelasnya, dan menghukum pelakunya seberat-beratnya," tegas Sudeson.

Menurutnya, tidak boleh ada perlakuan berbeda dalam penegakan hukum.

"Tidak penting dia pejabat, dia pengusaha, karyawan, yang tinggi-rendah semua sama di depan hukum. Maka kami meminta agar ini harus ditegakkan setegak-tegaknya," kata Sudeson.

Kortas Tipikor Polri sedang mengusut dugaan korupsi dan pencucian uang dalam pengadaan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU yang diduga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp5 triliun. 

Penyidik juga menyebut terganggunya pasokan batu bara akibat dugaan korupsi itu berkontribusi terhadap terjadinya blackout di sejumlah wilayah Indonesia. 

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami perkara dan belum menetapkan tersangka.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya