Berita

Unggahan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, yang mengutip Surah Al-Anfal ayat 58 di tengah tuduhan bahwa AS telah melanggar komitmen dalam MoU gencatan senjata (Akun X @IRIMFA_SPOX)

Dunia

Kutip Surah Al-Anfal, Iran Tuduh AS Ingkari MoU Gencatan Senjata

KAMIS, 09 JULI 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar komitmen dalam nota kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar tercapainya gencatan senjata antara kedua negara. 

Melalui unggahan di media sosial X, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan sejak awal MoU tersebut tidak dibangun atas dasar saling percaya. Menurutnya, kesepakatan hanya dibuat berdasarkan prinsip bahwa setiap komitmen dari satu pihak harus dipenuhi dengan komitmen yang sama dari pihak lainnya.

Mengawali pernyataannya, Baghaei mengutip Surah Al-Anfal ayat 58 sebagai dasar sikap Iran terhadap dugaan pelanggaran perjanjian.


"Dan jika engkau khawatir akan pengkhianatan dari suatu kaum, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat," tulis Baghaei, dikutip Kamis, 9 Juli 2026.

Baghaei kemudian menegaskan bahwa AS telah mengingkari kesepahaman yang sebelumnya disepakati.

"Nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat sejak awal tidak dibangun atas dasar kepercayaan, melainkan melalui mekanisme yang jelas, yaitu 'komitmen dibalas dengan komitmen', karena tidak ada tanda-tanda itikad baik dari pihak lawan," tulis Baghaei.

Ia juga menuding Washington melanggar klausul kelima dalam MoU yang mengakui tanggung jawab Iran dalam menjaga keselamatan pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, tindakan sepihak AS, termasuk serangan terhadap Iran, telah merusak fondasi kesepakatan yang menjadi dasar gencatan senjata.

"Amerika Serikat, meski terdapat ketentuan yang jelas dalam klausul kelima nota kesepahaman tersebut, justru menentang ketentuan itu dan pada praktiknya melanggar struktur perjanjian melalui tindakan sepihak serta serangan terhadap Iran," katanya.

Meski demikian, Baghaei menegaskan Iran tidak akan mundur. Ia memastikan negaranya akan tetap mempertahankan kepentingan nasional dan menjalankan hak kedaulatannya.

"Republik Islam Iran akan terus berupaya melindungi kepentingan nasionalnya dan menjalankan kedaulatannya dengan teguh," tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas komentar Presiden AS Donald Trump yang mengatakan dirinya tidak memperkirakan konflik dengan Iran akan kembali memanas. Namun, Trump juga mengisyaratkan bahwa Washington siap memberikan respons militer yang lebih keras apabila terjadi serangan baru.

Menurut Iran, pernyataan Trump serta tindakan yang diambil pemerintah AS menunjukkan bahwa Washington tidak menjalankan komitmen dalam MoU yang menjadi dasar tercapainya gencatan senjata antara kedua negara.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya