Berita

Ilustrasi (Dok, RMOL)

Bisnis

OJK Restui Konsolidasi Delapan BPR ke Dalam PT BPR Pusaka Dana

KAMIS, 09 JULI 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyetujui aksi penggabungan delapan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) ke dalam PT BPR Pusaka Dana, Banten. 

Kebijakan ini ditetapkan lewat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-48/D.03/2026 pada 1 Juli 2026.

Daftar BPR yang digabungkan meliputi: PT BPR Lambang Ganda, PT BPR Tutur Ganda, PT BPR Sungkunandhana, PT BPR Persada Ganda, PT BPR Ihuthan Ganda, PT BPR Sapadhana, PT BPR Padat Ganda, dan PT BPR Ulintha Ganda.


Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini mengacu pada POJK Nomor 7 Tahun 2024. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkokoh ketahanan sektor BPR melalui penguatan kelembagaan.

Ia menilai integrasi kedelapan BPR ke PT BPR Pusaka Dana menjadi wujud nyata penguatan struktur industri yang diproyeksikan dapat mendongkrak kapasitas permodalan, memperluas jangkauan operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing dalam melayani masyarakat dan pelaku UMKM.

Peleburan ini membuat PT BPR Pusaka Dana kini memiliki cakupan operasional yang lebih luas, meliputi wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Ekspansi ini diharapkan memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mempercepat inklusi keuangan di daerah.

Persetujuan ini tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-48/D.03/2026 tertanggal 1 Juli 2026. Dengan berlakunya keputusan tersebut, seluruh aset, kewajiban, hak, serta kegiatan operasional dari delapan BPR otomatis dialihkan ke PT BPR Pusaka Dana. OJK juga menyetujui alih status jaringan kantor BPR yang bergabung menjadi kantor cabang PT BPR Pusaka Dana.

Adi menekankan bahwa keberhasilan aksi konsolidasi ini tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif semata. Lebih jauh, entitas hasil penggabungan harus mampu menyelaraskan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), memperkuat manajemen risiko, mengoptimalkan kualitas SDM, serta merawat kepercayaan nasabah melalui layanan yang profesional.

“OJK akan terus melakukan pengawasan agar proses integrasi pascapenggabungan berjalan secara efektif, sehingga tujuan konsolidasi untuk menciptakan BPR yang lebih sehat, kuat, efisien, dan berdaya saing dapat tercapai secara optimal,” kata Adi.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya