Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 78 Dolar AS

KAMIS, 09 JULI 2026 | 09:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak tajam setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Kenaikan dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut gencatan senjata dengan Iran telah berakhir serta mengancam akan kembali melancarkan serangan militer dan memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Juli 2027, waktu AS, harga ninyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,4 persen dan ditutup di level 73,52 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah Brent yang menjadi acuan harga minyak dunia naik lebih tinggi, yakni 5,2 persen, hingga ditutup di 78,02 Dolar AS per barel.


Lonjakan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar bahwa konflik yang kembali memanas dapat mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah, khususnya melalui Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu rute ekspor minyak paling penting di dunia.

Kekhawatiran investor meningkat setelah Trump, dalam pertemuan puncak NATO di Turki, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran sudah tidak berlaku lagi. Ia juga mengancam akan kembali membombardir Iran dan menerapkan blokade angkatan laut sebagai respons atas serangan terhadap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Meski demikian, kenaikan harga minyak sempat berkurang setelah Trump mengatakan dirinya tidak memperkirakan perang besar antara AS dan Iran akan kembali terjadi.

"Saya rasa ini tidak akan dimulai lagi. Saya rasa ini akan berakhir dengan sangat cepat. Mereka menyerang beberapa kapal, jadi kami membalas dengan lebih keras. Ketika mereka menyerang, kami membalas 10 kali lebih keras," kata Trump.

Trump juga memperkirakan kenaikan harga minyak hanya bersifat sementara. Menurutnya, harga akan kembali turun karena kapal-kapal tanker kembali dapat melintasi Selat Hormuz.

"Harganya akan sedikit naik dan ini akan segera berakhir. Saat ini kita mengalami kelebihan pasokan minyak karena kita telah mengeluarkan semua kapal itu dari selat dan harganya akan turun," ujarnya.

Di sisi lain, Iran memperingatkan akan menutup Selat Hormuz dan mengancam akan memberikan respons yang lebih keras atas serangan terbaru AS. Ancaman tersebut semakin memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya distribusi minyak global.

Ketegangan juga meningkat setelah tiga kapal diserang di atau di sekitar Selat Hormuz. Menyusul insiden tersebut, Pusat Informasi Maritim Gabungan pimpinan AS menaikkan tingkat ancaman bagi kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut menjadi "parah" dan memperingatkan kemungkinan adanya aksi permusuhan lanjutan dari Iran.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya