Berita

Striker Argentina Lionel Messi menceploskan bola ke gawang Tanjung Verde yang dikawal Vozinha. (Foto: Istimewa)

Publika

Argentina Lolos, Tanjung Verde Pulang dengan Kepala Tegak

MINGGU, 05 JULI 2026 | 00:05 WIB

KALAU membuka buku sejarah, Argentina dan Tanjung Verde memang tidak punya banyak irisan. Yang satu berada di Amerika Selatan, yang satunya lagi adalah negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat. Baru di Piala Dunia keduanya akhirnya dipertemukan. 

Bedanya, kalau sejarawan mencari hubungan antarbangsa lewat arsip, FIFA cukup lewat hasil undian. Hasilnya, Argentina dan Tanjung Verde bertemu dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 yang ternyata jauh lebih sengit daripada dugaan banyak orang.

Argentina langsung menguasai permainan sejak menit pertama. Mereka seolah ingin menyelesaikan pertandingan secepat mungkin sebelum Tanjung Verde sempat menemukan ritmenya. 


Lionel Messi menjadi pusat hampir setiap serangan, sementara umpan-umpan pendek khas La Albiceleste terus mengalir dari kaki ke kaki. Namun rapatnya pertahanan wakil Afrika itu membuat Argentina beberapa kali frustrasi. Di bawah mistar, Vozinha tampil bak tembok yang berkali-kali menggagalkan peluang emas lawan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-29. Lisandro Martínez mengirim umpan terobosan yang disambut Lionel Messi. Sang kapten kemudian melepaskan tembakan dari sudut sempit yang meluncur mulus ke pojok atas gawang. Gol khas Messi. Sudutnya nyaris tidak masuk akal, tetapi justru di situlah letak keistimewaannya. Argentina pun memimpin 1-0.

Banyak yang mengira gol itu akan menjadi awal pesta Argentina. Ternyata, Tanjung Verde punya skenario yang berbeda.

Memasuki babak kedua, permainan berubah total. Tanjung Verde yang sebelumnya lebih banyak bertahan mulai berani keluar menyerang. Mereka tidak lagi sekadar menunggu, tetapi mulai memaksa Argentina bekerja lebih keras. 

Hasilnya datang pada menit ke-59. Ryan Mendes mengirim umpan dari sisi kanan yang disambut Deroy Duarte. Tembakannya gagal dibendung Emiliano Martínez dan skor pun berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut bukan hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga mengubah suasana pertandingan. Argentina tetap mendominasi penguasaan bola, tetapi Tanjung Verde mulai percaya diri setiap kali melancarkan serangan balik. 

Semakin lama pertandingan berjalan, semakin terlihat bahwa wakil Afrika itu tidak datang sekadar menjadi pelengkap. Mereka benar-benar ingin menciptakan kejutan.

Hingga 90 menit berakhir, skor tetap imbang dan pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.

Baru dua menit babak tambahan berjalan, Argentina kembali memimpin. Berawal dari sepak pojok, sundulan Alexis Mac Allister menciptakan kemelut di depan gawang. 

Lisandro Martínez yang berdiri di posisi tepat langsung menyambar bola menjadi gol. Bek yang tampil solid sepanjang laga itu akhirnya ikut mencatatkan namanya di papan skor. Argentina kembali unggul 2-1.

Namun Tanjung Verde kembali menolak menyerah. Menit ke-103, Yannick Semedo mengirim umpan kepada Sidny Lopes Cabral di tepi kotak penalti. 

Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. Skor kembali imbang 2-2. 

Saat itu, Argentina mulai menyadari bahwa mereka tidak sedang menghadapi tim debutan yang datang untuk belajar. Mereka sedang menghadapi tim yang benar-benar ingin menang.

Ketika banyak orang mulai membayangkan laga akan ditentukan lewat adu penalti, keberuntungan akhirnya berpihak kepada sang juara bertahan. 

Pada menit ke-111, Messi mengirim sepak pojok yang disundul Cristian Romero. Bola kemudian mengenai Diney Borges sebelum berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri yang sangat menyakitkan itu membawa Argentina kembali unggul 3-2.

Sisa pertandingan menjadi milik Argentina yang bermain lebih tenang sambil mengamankan keunggulan. Tanjung Verde terus mencoba mencari gol penyeimbang, tetapi hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak lagi berubah.

Argentina akhirnya memastikan langkah ke babak 16 besar. Namun kemenangan ini juga menjadi pengingat bahwa di Piala Dunia, nama besar hanya berguna saat undian dibacakan. Setelah peluit pertama berbunyi, semua tim memulai pertandingan dari skor yang sama: 0-0.

Sementara itu, Tanjung Verde boleh pulang tanpa tiket ke babak berikutnya, tetapi mereka meninggalkan turnamen dengan kepala tegak. 

Sebagai negara yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia, mereka berhasil melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan banyak tim besar: membuat sang juara bertahan lupa rasanya menang dengan tenang.

Tanjung Verde jangan sedih, karena Tanjung Priok, Tanjung Barat, Tanjung Balai, dan Tanjung Duren akan mengenang kalian sebagai tim hebat sepanjang sejarah Piala Dunia 2026. Meski yang terhebat tetap Argentina.

*Pemain Bola Kampung

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya