Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) dalam konferensi laut Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya. (Foto: Humas KKP)

Bisnis

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan empat komitmen baru Pemerintah Indonesia untuk memperkuat tata kelola laut berkelanjutan di level regional dan global, pada konferensi laut Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya. 

Komitmen itu membawa Indonesia berpeluang memperoleh dukungan pendanaan internasional hingga 260 juta Dolar AS melalui berbagai skema kerja sama untuk mendukung konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan Ocean Centres.

“Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Menteri Trenggono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.


Empat komitmen pemerintah Indonesia yang dimaksud Menteri Trenggono mencakup penguatan tata kelola ruang laut berupa integrasi perencanaan tata ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional dan provinsi, penyusunan regulasi zonasi lintas wilayah, serta memasukkan kawasan strategis nasional karbon biru ke dalam perencanaan tata ruang nasional. 

Kemudian komitmen kedua Indonesia menargetkan penetapan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada tahun 2026. 

“Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta mencapai target perluasan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen dari total luas perairan nasional pada tahun 2045,” ungkapnya.

Tidak hanya mengejar target perluasan konservasi, melalui komitmen ketiga, Indonesia akan melakukan evaluasi efektivitas pengelolaan 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan, guna memastikan manfaat dari kegiatan konservasi dapat dirasakan secara optimal bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir. 

Terakhir, Indonesia berkomitmen mengembangkan satu model proyek karbon biru yang bisa dijadikan sebagai percontohan untuk direplikasi di berbagai wilayah Indonesia pada masa mendatang. 

“Kami percaya bahwa tantangan laut bersifat lintas batas, sehingga membutuhkan kolaborasi global yang kuat. Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif bagi generasi sekarang dan mendatang,” jelas Trenggono. 

Indonesia sendiri telah memiliki rekam jejak panjang pada OOC sejak tahun 2016. Indonesia bahkan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan OOC ke-5 pada tahun 2018 dan menyampaikan 23 komitmen konkret dengan nilai total sekitar 500 juta Dolar AS untuk aksi perlindungan laut. 

Selama sembilan tahun berpartisipasi aktif pada forum global OOC, Indonesia melalui KKP telah menyampaikan 73 komitmen menjaga kesehatan laut, yang tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga bagian dari kontribusi Indonesia terhadap solusi global. 

“Melalui komitmen-komitmen yang konkret dan terukur, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat SDG 14 untuk memastikan laut tetap lestari bagi generasi mendatang,” pungkasnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya