Berita

Prayoga Romin Saputra. (Foto: Dokumentasi HMI Mimika)

Politik

HMI Mimika:

Anak Muda Papua Harus Jadi Penjaga Perdamaian

SABTU, 27 JUNI 2026 | 23:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin Saputra, menegaskan bahwa generasi muda Papua harus tampil sebagai aktor utama dalam merawat perdamaian, memperkuat demokrasi, dan menentukan arah pembangunan Papua di masa depan. 

Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai persoalan yang dihadapi daerah, tetapi harus hadir sebagai pelopor perubahan yang membawa solusi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Prayoga saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik "Suara Anak Muda Papua" bertajuk "Merawat Damai, Menguatkan Demokrasi, Menjemput Masa Depan yang Setara" di Rest Area Coffee Shop, Timika, Kamis, 25 Juni 2026.


"Papua memiliki modal besar untuk maju, mulai dari kekayaan sumber daya alam, keragaman budaya, hingga potensi generasi mudanya", katanya dalam keterangannya. 

Namun, menurut dia, berbagai tantangan seperti kesenjangan pembangunan, belum meratanya akses pendidikan, tingginya angka pengangguran, hingga rendahnya partisipasi anak muda dalam ruang pengambilan keputusan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

"Anak muda Papua bukan hanya pewaris masa depan, tetapi penentu arah perubahan hari ini. Karena itu, mereka tidak boleh hanya menyaksikan berbagai persoalan yang terjadi, melainkan harus menjadi bagian dari solusi melalui pemikiran, inovasi, dan tindakan nyata," ujar Prayoga dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menilai pembangunan Papua tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif generasi muda dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, organisasi kemasyarakatan, kewirausahaan, hingga pengawasan terhadap kebijakan publik.

"Perdamaian di Papua harus dipahami sebagai hadirnya rasa aman, keadilan, dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat," tegasnya. 

Ia mengajak generasi muda untuk menjadi perekat persatuan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, serta semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

"HMI mengajak seluruh anak muda Papua untuk menolak politik kebencian, provokasi, maupun narasi yang dapat memecah belah masyarakat. Keberagaman yang dimiliki Papua harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah, bukan menjadi sumber perpecahan," jelas dia.

Prayoga juga menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan generasi muda. 

 "Mari kita gunakan media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang menyebarkan informasi yang edukatif, optimistis, dan membangun, bukan menjadi sarana penyebaran hoax, ujaran kebencian, maupun disinformasi yang berpotensi mengganggu harmoni sosial," tegasnya lagi. 

Dalam konteks demokrasi, Prayoga menegaskan bahwa partisipasi politik generasi muda tidak cukup hanya menggunakan hak pilih saat pemilu. Anak muda, kata dia, juga harus aktif mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang objektif, santun, dan disertai solusi demi terciptanya kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

"Suara anak muda harus menjadi suara perubahan. Kritik yang disampaikan tidak boleh berhenti pada penolakan, tetapi harus menghadirkan gagasan yang mampu mendorong perbaikan dan kemajuan Papua," imbuhnya.

Ia berharap semakin banyak anak muda Papua yang berani mengambil peran sebagai pemimpin, akademisi, pengusaha, peneliti, maupun aktivis sosial sehingga mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Papua sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

"Papua membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi penjaga perdamaian, penguat demokrasi, dan motor penggerak pembangunan. Masa depan Papua akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini," tutup Prayoga.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya