Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOLJateng)

Bisnis

Direktur Namarin:

ASBUPI Perlu Dihidupkan Lagi untuk Menopang Bisnis Pelabuhan

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 04:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kehadiran kembali Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ASBUPI) sangat dinantikan dalam menghimpun badan usaha yang bergerak di bidang kepelabuhan, terutama yang dikelola BUMN.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) kepada RMOL di Jakarta, Kamis malam, 25 Juni 2026.

Menurut Siswanto, ASBUPI pernah didirikan pada Oktober 2013 oleh Pelindo I, II, III dan IV atau sebelum di-merger. Namun keberadaan ASBUPI saat seperti mati suri dalam beberapa tahun terakhir oleh berbagai faktor.


“ASBUPI salah salah satu tujuannya menyelesaikan permasalahan outsourcing dengan merumuskan alur proses bisnis dan pemilihan pekerjaan pokok dan penunjang yang nantinya akan dijadikan dasar dan pedoman pola pengadaan pekerja di perusahaan anggota,” kata Siswanto.

Lanjut dia, keberadaan organisasi ini penting sebagai mitra pemerintah maupun Pelindo dalam mengelola bisnis kepelabuhanan yang efektif.

“Jadi ASBUPI ini ikut menciptakan iklim yang baik dan layak bagi perkembangan kegiatan usaha pelayaran dan kepelabuhanan di Indonesia. Dan tidak kalah penting turut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia di kalangan penyelenggaraan usaha kepelabuhanan,” jelasnya.

Pengamat maritim yang dikenal kritis ini memandang, ketika ASBUPI tidak berjalan alias nonaktif, timbul berbagai persoalan kepelabuhanan yang tentunya berdampak pada kualitas pelayanan serta perdagangan.

“Catatan saya pascamerger Pelindo, asosiasi ini seharusnya lebih aktif karena sangat diharapkan perannya di tengah lanskap bisnis kepelabuhanan nasional yang kian dinamis,” imbuhnya.

“Sekarang sudah saatnya ASBUPI perlu mengadopsi kebijakan inklusivitas yang memungkinkan dapat merangkul pihak-pihak di luar industri pelabuhan, seperti kampus, perorangan, dan lain sebagainya. Targetnya, menjadikan sektor kepelabuhanan lebih dikenal oleh masyarakat luas,” pungkas Siswanto.       

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya