Berita

Staf Ahli Bupati Mimika, Fransiskus Bakeyau (kanan). (Foto: Dokumentasi MPSI)

Politik

Sahli Bupati Mimika:

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 02:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Staf Ahli Bupati Mimika, Fransiskus Bakeyau menegaskan pentingnya penguatan kapasitas riset, advokasi, dan jejaring aktor lokal sebagai fondasi dalam memperkuat perlindungan warga sipil serta mendorong pembangunan demokrasi yang inklusif di Papua.

Hal itu disampaikan Fransiskus saat mewakili Bupati Mimika membuka Workshop Penguatan Riset Advokasi dan Pengembangan Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Hotel Horison Diana Timika, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut dia, tema yang diangkat dalam workshop tersebut sangat relevan dengan kebutuhan Papua saat ini, di tengah berbagai tantangan pembangunan, dinamika sosial, serta upaya memperkuat perlindungan masyarakat dan kualitas tata kelola pemerintahan.


"Riset yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Melalui riset yang baik, kita dapat memahami persoalan masyarakat secara objektif, mengidentifikasi kebutuhan yang sesungguhnya, serta merumuskan solusi yang berkelanjutan," ujar Fransiskus dikutip Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menekankan bahwa advokasi yang konstruktif harus menjadi instrumen untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, bukan sekadar menyampaikan aspirasi, melainkan juga membangun dialog, memperkuat kolaborasi, dan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

"Kita harus melihat pentingnya pengembangan jejaring aktor lokal yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, kelompok perempuan, hingga komunitas pemuda," jelasnya. 

Lanjut dia, pembangunan yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

"Dengan jejaring yang kuat, kita dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Papua saat ini," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Fransiskus juga menegaskan bahwa perlindungan warga sipil merupakan tanggung jawab bersama. Setiap warga negara berhak memperoleh rasa aman, perlindungan hukum, akses terhadap pelayanan publik yang layak, serta kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peran aktif seluruh pihak melalui penguatan kapasitas, peningkatan kesadaran hukum, serta pengembangan ruang-ruang dialog yang inklusif dan partisipatif," tegasnya.

Ia berharap workshop yang digelar MPSI tidak hanya menjadi forum diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi, strategi, serta langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam upaya memperkuat perlindungan warga sipil dan demokrasi di Papua.

"Pemerintah Kabupaten Mimika senantiasa terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat masyarakat sipil, serta mendorong pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan," tutur Fransiskus.

Ia pun mengapresiasi inisiatif MPSI yang telah menghadirkan ruang kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat kapasitas riset dan advokasi di Papua.

"Semoga kegiatan ini menghasilkan jejaring yang semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam mewujudkan perlindungan warga sipil, penguatan demokrasi, dan pembangunan yang berkeadilan," pungkasnya.


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya