Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Airlangga Tak Masalah Bali Disebut Surga Pajak

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 21:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemberian insentif dan perpajakan kompetitif merupakan praktik yang lazim diterapkan berbagai pusat keuangan internasional demi menarik aliran modal global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pelabelan surga pajak atau tax haven untuk Bali seiring rencana pembentukan International Finansial Center di Bali.

"Surga pajak kan ada di mana saja sekarang. Di Dubai ada surga pajak, Singapura juga ada surga pajak," ujar Airlangga kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.


Untuk itu, ia tidak mempermasalahkan label tax haven di Pulau Dewata tersebut. Airlangga mengatakan, investasi yang masuk ke Indonesia melalui mekanisme konvensional saat ini berkisar Rp2.200 triliun per tahun. 

Angka itu, menurutnya, masih tertinggal dibandingkan dana yang berhasil dihimpun Singapura sebagai salah satu pusat keuangan global.

"Dengan tradisional investasi seperti sekarang, satu tahun kira-kira Rp2.200 triliun untuk investasi. Tapi bandingkan dengan negara Singapura, mereka bisa menarik investasi terkait dengan financial center Rp5.000 triliun. Naiknya berkali-kali lipat," katanya.

Dana yang masuk ke Singapura tidak seluruhnya ditanamkan di negara tersebut, melainkan menjadi pintu masuk sebelum dialokasikan ke berbagai negara tujuan investasi.

"Rp5.000 triliun itu jadi dana masuk ke Singapura dulu baru disebar. Sedangkan potensi investasi di Indonesia kan besar," imbuhnya.

Selain Singapura, Airlangga juga menyinggung keberhasilan Dubai yang berkembang menjadi salah satu pusat keuangan terbesar dunia dengan nilai aset mencapai sekitar 800 miliar Dolar AS.

Menurutnya, jumlah pusat keuangan internasional di dunia masih terbatas sehingga Indonesia perlu memanfaatkan peluang untuk masuk dalam jaringan keuangan global tersebut.

"Jadi kita harus menarik global picture-nya. Di dunia kan terbatas, financial center hanya Singapura, Dubai, Hong Kong, kemudian bagian di Amerika," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya