Berita

Rapat dengar pendapat Komisi V DPR RI bersama Eselon I Kementerian Perumahan dan Pemukiman, Kamis, 25 Juni 2026. (Foto: TV Parlemen)

Politik

Tiga Ditjen Kementerian PKP Kekurangan Anggaran, Target 3 Juta Rumah Terancam

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 19:34 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Target pembangunan 3 juta rumah pada 2027 terancam tidak tercapai akibat keterbatasan anggaran di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Persoalan itu mengemuka dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR. Tiga direktorat jenderal di lingkungan Kementerian PKP kompak mengeluhkan pagu indikatif yang jauh di bawah kebutuhan anggaran.

Ketiga unit kerja tersebut yakni Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan, Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan, serta Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko.


Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati mengatakan, pihaknya hanya memperoleh pagu indikatif Rp2,7 triliun. Padahal, kebutuhan anggaran untuk menjalankan program perumahan perkotaan mencapai Rp38,7 triliun.

“Pagu indikatif kami Rp2,7 triliun, sementara kebutuhan kami Rp38,7 triliun. Sehingga terdapat backlog dari kami sebesar Rp35 triliun,” kata Sri Haryati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Sri, tambahan anggaran dibutuhkan untuk mendukung pembangunan rumah susun secara masif guna memenuhi kebutuhan hunian masyarakat di kawasan perkotaan.

Keluhan serupa disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan, Rini Dyah Mawarty. Ia menyebut kebutuhan anggaran di unit kerjanya mencapai Rp41,2 triliun, sedangkan pagu indikatif yang tersedia hanya Rp4,74 triliun.

Anggaran tersebut diperlukan untuk mendukung Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta peningkatan kualitas rumah masyarakat di wilayah perdesaan.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, Roberia, juga meminta tambahan anggaran. Dari kebutuhan Rp67 miliar, unit kerjanya hanya mendapat pagu indikatif Rp12,9 miliar.

“Untuk Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, pagu indikatif turun lagi menjadi Rp12,9 miliar. Kami mengusulkan kebutuhan hingga Rp67 miliar,” ujar Roberia.

Ia menjelaskan, tambahan anggaran diperlukan untuk memperkuat sistem pemantauan, evaluasi, pengelolaan data, hingga pengendalian risiko dalam pelaksanaan program perumahan.

“Kami memohon dukungan juga untuk peningkatan pemantauan dan evaluasi agar bisa efisien dan terhindar dari korupsi di PKP,” pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya