Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau pembangunan kembali kompleks Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Politik

AHY: Tragedi 67 Syuhada Tak Boleh Terulang

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 18:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tragedi yang pernah merenggut 67 nyawa di lingkungan Pondok Pesantren Al-Khoziny harus menjadi pelajaran bersama bahwa keselamatan peserta didik tidak boleh lagi dipandang sebagai urusan pelengkap dalam pembangunan fasilitas pendidikan.

Pesan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau pembangunan kembali kompleks Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut AHY, seluruh proses pembangunan harus dilakukan secara cermat dan memenuhi standar keselamatan yang ketat agar peristiwa serupa tidak pernah terulang.


“Saya tadi berpesan agar seluruh proses pembangunan diselesaikan dengan sebaik mungkin. Tidak boleh ada yang sembarangan. Harus benar-benar sesuai dengan standar kelayakan,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Kamis 25 Juni 2026.

Saat ini pembangunan telah mencapai progres lebih dari 50 persen. Sejumlah bangunan utama, mulai dari asrama santri, masjid, hingga ruang-ruang pendidikan, tengah diselesaikan secara bersamaan.

AHY menegaskan pembangunan kembali pesantren ini bukan semata menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memastikan lingkungan belajar yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih layak bagi para santri.

“Karena atas apa yang terjadi di pondok pesantren ini, kita tahu ada 67 syuhada. Karena itu kita semua bertekad membangun kembali lebih baik,” katanya.

Menurut AHY, pelajaran dari Al-Khoziny harus menjadi perhatian seluruh lembaga pendidikan di Indonesia.

“Bukan hanya Pondok Pesantren Al-Khoziny saja, tetapi seluruh pondok pesantren dan sekolah-sekolah yang memang harus mengutamakan faktor keselamatan,” tegasnya.

Selain aspek konstruksi bangunan, pemerintah juga memastikan ketersediaan sanitasi, air bersih, dan berbagai fasilitas penunjang lain yang dibutuhkan para santri.

“Kita ingin menghadirkan tempat yang lebih baik bagi para santri untuk belajar, mengaji, membangun akhlak, dan mempersiapkan masa depan mereka,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya