Berita

Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara Tomy Suswanto. (Foto: Istimewa)

Politik

IKA BEM Nusantara: Setop Bullying Mahasiswa UBK

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 15:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEM Nusantara) merespons polemik terkait pengakuan mantan Ketua BEM Universitas Bung Karno (UBK) Muhammad Abdi Maludin mengenai penerimaan sejumlah uang yang diduga berasal dari oknum tertentu setelah pertemuan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara Tomy Suswanto menyampaikan bahwa sikap terbuka dan pengakuan yang disampaikan oleh mahasiswa UBK terkait peristiwa tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk kejujuran dan tanggung jawab moral. 

Namun demikian, kata Tommy, kejujuran tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi siapa pun untuk melakukan perundungan (bullying), intimidasi, maupun kekerasan, baik secara verbal, psikologis, digital, maupun fisik.


“Ketika terjadi kekeliruan, yang harus dikedepankan adalah pembinaan, edukasi, dan evaluasi, bukan penghakiman yang berpotensi merusak masa depan mereka,” kata Tommy dalam keterangannya, Kamis 25 Juni 2026.

PB IKA BEM Nusantara juga menegaskan bahwa setiap dugaan terkait penerimaan uang harus ditempatkan secara hati-hati dan tidak boleh langsung disimpulkan sebagai bentuk suap, sogokan, atau upaya mempengaruhi sikap politik mahasiswa tanpa adanya proses klarifikasi dan pembuktian yang objektif.

Menurut Tommy, dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan, tidak jarang terdapat bantuan operasional, dukungan kegiatan, transportasi, konsumsi, maupun bentuk perhatian lainnya dari berbagai pihak, termasuk alumni, senior, mitra kegiatan, atau pemangku kepentingan. 

"Jadi setiap informasi yang beredar perlu dikaji secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang menyesatkan," kata Tommy.

Lebih lanjut, PB IKA BEM Nusantara mengingatkan agar gerakan kritis mahasiswa tidak direduksi atau disederhanakan hanya melalui narasi bahwa suara mahasiswa dapat "dibeli" atau "digembosi" oleh sejumlah uang tertentu. 

Sejarah bangsa Indonesia menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa lahir dari idealisme, intelektualitas, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

“Kritik mahasiswa terhadap pemerintah maupun dukungan mahasiswa terhadap kebijakan tertentu harus dinilai dari substansi gagasannya, bukan semata-mata berdasarkan asumsi atau prasangka yang belum tentu terbukti," kata Tommy.

"Demokrasi membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan stigma yang mematikan daya kritis generasi muda,” sambungnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya