Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Dok RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Menag Gagas 10 Muharram Jadi Gerakan Nasional Bantu Yatim dan Difabel

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 12:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Bulan Muharram, khususnya momentum tanggal 10 Muharram, sejatinya merupakan bulan yang identik dengan perdamaian, solidaritas, dan kasih sayang. B

erangkat dari nilai mulia tersebut, Kementerian Agama bertekad mengukuhkan momentum ini sebagai tradisi baru yang fokus membebaskan anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel dari berbagai kesulitan hidup.

Gagasan besar ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, dalam acara "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas" yang digelar oleh Ditjen Bimas Islam di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis 25 Juini 2026. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Peaceful Muharram yang berjalan selama sebulan penuh.


“Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam itu, kita peringati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan bahwa selama ini masyarakat Indonesia lebih mengenal amalan puasa saat memasuki bulan Muharram. 

Melalui gerakan ini, Kemenag ingin memperkuat semangat berbagi, sekaligus membedakan karakter peringatan di Indonesia dengan negara lain melalui aksi kemanusiaan yang berdampak langsung.

“Kita kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kita Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel,” lanjutnya.

Beliau berharap perayaan Lebaran Anak Yatim ini dapat berkembang menjadi agenda nasional yang masif agar jangkauan bantuan bagi keluarga yang kurang mampu menjadi semakin luas.

“Kalau ini bisa menjadi event penting, maka seluruh anak-anak kita yang miskin dan yatim piatu akan semakin terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup,” tambahnya.

Menag juga mengingatkan bahwa mengekspresikan kecintaan terhadap agama harus diwujudkan melalui kepedulian nyata kepada sesama manusia, terutama kelompok yang paling membutuhkan perlindungan. Beliau kembali menekankan sejarah Muharram sebagai bulan suci yang melarang adanya konflik.

“Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita,” tuturnya.

“Pada masa Nabi tidak boleh ada peperangan pada bulan Muharam, makanya disebut haram, ya kan? Hari berkasih sayang,” pungkas Menag.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya