Open House Sekolah Rakyat dan Gelar Karya Siswa serta Prestasi Siswa Sekolah Rakyat selama Tahun Pelajaran 2025/2026 di SRMA 24 Kediri, Jawa Timur, Sabtu 20 Juni 2026. (Foto: Humas Kemensos)
Pembukaan Sekolah Rakyat Menengah Atas dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) di Kediri, dalam acara Open House Sekolah Rakyat dan Gelar Karya Siswa serta Prestasi Siswa Sekolah Rakyat selama Tahun Pelajaran 2025/2026 di SRMA 24 Kediri, Jawa Timur, Sabtu 20 Juni 2026.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekda Mohamad Solikin menyampaikan apresiasi perkembangan dan capaian para siswa Sekolah Rakyat.
"Baru setahun, baru dua semester, kita sudah bisa buktikan bagaimana hasil kerja keras dari Kemensos dan seluruh jajaran yang bisa ditunjukkan hari ini," kata Solikin dalam keterangan tertulis Kemensos, dikutip Rabu 24 Juni 2026.
Bupati menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara, terutama untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu, agar dapat menjadi agen perubahan untuk memutus mata rantai kemiskinan.
"Hari ini kita semua menjadi saksi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi lahirnya prestasi," kata Solikin.
Untuk itu dia berpesan kepada siswa Sekolah Rakyat dan orangtuanya untuk sungguh-sungguh belajar serta menjalankan program pemberdayaan secara optimal, agar tujuan utama mengentaskan kemiskinan tercapai.
"Mas Bupati mendoakan kalian semua bisa menyelesaikan pendidikan ini, bisa meraih mimpi dan cita-cita. Semuanya akan sangat mungkin dengan semangat kuat dan doa orangtua. Kuncinya terus belajar, tidak mudah menyerah dan harus berani bermimpi besar," kata Solikin.
Senada, Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib dalam arahannya juga menekankan bahwa tujuan utama program Sekolah Rakyat adalah memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan.
Untuk itu, selain kemampuan akademik para siswa juga digembleng dengan pendidikan karakter dan dibekali lifeskill.
"Kita lihat before dan after-nya, kita ingin putus mata rantai kemiskinan. Kalau akademiknya bagus itu bonus," ujarnya.
Melihat perkembangan pesat siswa serta prestasi yang diraih, dia mengajak para orangtua dan seluruh jajaran yang terlibat di Sekolah Rakyat untuk bersyukur dan memberikan yang terbaik. Sebab, belum ada program dan lembaga pendidikan serupa di mana anaknya disekolahkan dan orangtuanya diberdayakan.
"Setelah lulus nanti siswa Sekolah Rakyat juga harus kuliah, kalau tidak kuliah kerja," jelasnya.
Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah melalui Kemensos telah menjalin kerja sama dengan kampus, dunia usaha, serta stakeholder lainnya.