Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Minyak Waspadai Pergerakan Kapal di Selat Hormuz

RABU, 24 JUNI 2026 | 10:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melemah di tengah pantauan investor terhadap kondisi lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

Pada penutupan Selasa, 23 Juni 2026, harga minyak Brent sebagai acuan harga internasional turun 82 sen ke level 77,08 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 65 sen menjadi 73,21 Dolar AS per barel.

Tekanan harga ini terjadi di tengah ketidakpastian situasi geopolitik di kawasan tersebut. Presiden AS Donald Trump menyebut sekitar 19 juta barel minyak sempat melewati Selat Hormuz pada hari Senin, bahkan menyebutnya sebagai rekor. 


Situasi semakin membingungkan setelah Iran sempat menyatakan Selat Hormuz ditutup pada akhir pekan. Namun, Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command) menegaskan jalur tersebut tetap terbuka dan kapal masih bisa melintas seperti biasa.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan AS mengeluarkan izin khusus selama 60 hari yang memungkinkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak Iran, termasuk pembayaran dalam dolar AS. Izin ini akan berakhir pada 21 Agustus. Kebijakan ini memicu kekhawatiran bahwa pendapatan minyak bisa digunakan Iran untuk memperkuat militernya, meskipun pemerintah AS menyatakan dana tersebut seharusnya dipakai untuk kebutuhan rakyat.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran yang berlangsung di Swiss. Sentimen ini ikut mendorong optimisme pasar bahwa ketegangan bisa mereda.

Sejumlah analis menilai pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pasar mulai percaya bahwa konflik berpotensi mereda. Artinya, tekanan inflasi dari sektor energi juga bisa ikut berkurang ke depan.

Meski begitu, Oman dan Iran tetap menegaskan dalam pernyataan bersama bahwa mereka memiliki hak kedaulatan atas perairan di Selat Hormuz, yang menunjukkan ketegangan belum sepenuhnya hilang dari kawasan tersebut.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya