Berita

Sekjen PBB Antonio Guterres ingatkan dampak AI terhadap iklim (Unggahan akun X @antonioguterres)

Global

PBB Ingatkan AI Berisiko Jadi Mesin Perusak Iklim

RABU, 24 JUNI 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) untuk lebih terbuka mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh teknologi mereka. 

Menurutnya, perkembangan AI yang sangat pesat berisiko memperburuk krisis iklim jika tidak diimbangi dengan penggunaan energi yang lebih bersih.

Dalam pidatonya di London Climate Action Week pada Selasa, 23 Juni 2026, Guterres menyoroti besarnya konsumsi listrik dan air dari pusat data (data center) yang menjadi tulang punggung operasional AI dan layanan digital lainnya. 


Fasilitas-fasilitas ini membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar untuk menjalankan dan mendinginkan ribuan server yang bekerja tanpa henti.

Ia memperingatkan bahwa peningkatan kebutuhan energi tersebut tidak hanya membebani lingkungan, tetapi juga dapat memberikan tekanan pada masyarakat di sekitar lokasi pusat data.

Berdasarkan studi PBB yang dirilis awal bulan ini, pusat data di seluruh dunia pada 2025 diperkirakan mengonsumsi listrik lebih banyak dibandingkan seluruh negara di dunia, kecuali 10 negara dengan penggunaan energi terbesar. Bahkan pada 2030, konsumsi listriknya diproyeksikan hanya akan kalah dari lima negara terbesar di dunia.

Untuk mengatasi persoalan ini, Guterres meluncurkan Inisiatif Transparansi Lingkungan AI, yang bertujuan mendorong perusahaan AI besar untuk secara rutin mengukur dan mengungkapkan dampak lingkungan dari operasional mereka kepada publik.

Ia kemudian mendesak perusahaan teknologi untuk berkomitmen menggunakan 100% energi terbarukan dalam mengoperasikan seluruh pusat data mereka pada tahun 2030.

"Sudah saatnya berterus terang. Jika AI ingin membantu membangun masa depan yang lebih baik, maka AI harus jujur mengenai dampak yang sedang kita tanggung saat ini," kata Guterres, dikutip Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, AI memang memiliki potensi besar untuk membantu manusia mengatasi berbagai persoalan global. Namun, manfaat tersebut tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah.

Guterres juga mengaitkan persoalan AI dengan krisis iklim yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa dunia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, yang menjadi penyebab utama meningkatnya emisi gas rumah kaca.

"Kekacauan iklim semakin cepat terjadi di depan mata kita," ujar Guterres.

Ia menambahkan bahwa dunia saat ini sudah berada di jalur yang salah untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emissions) pada 2050. Karena itu, transisi menuju energi terbarukan harus dipercepat agar perkembangan AI tidak semakin memperburuk pemanasan global dan mendorong bumi menuju titik kritis yang berpotensi memicu bencana besar.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya