Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: artificial intelligence)

Global

Pecah Kongsi Trump-Netanyahu Membahagiakan Banyak Pihak

RABU, 24 JUNI 2026 | 09:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh oposisi Israel di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Washington dan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah pejabat pemerintahan Trump meyakini pemerintahan Netanyahu berpotensi mengalami pergantian. Situasi itu mendorong AS melakukan kontak informal dengan para pemimpin oposisi sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap dinamika politik di Israel.

Beberapa tokoh oposisi Israel yang disebut menjalin komunikasi dengan Washington antara lain mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett yang kini memimpin Partai Together, serta Gadi Eisenkot selaku ketua Partai Yashar.


Menanggapi kabar tersebut, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai hubungan politik yang dibangun atas dasar kepentingan kekuasaan semata tidak akan bertahan lama.

"Persekutuan yang dasarnya dunia sangat rapuh. Apalagi keuntungan kekuasaan yang kotor," kata Mardani lewat akun X miliknya, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, Netanyahu selama ini telah menunjukkan sikap yang tidak dapat dibenarkan dalam konflik Palestina.

"Netanyahu bukan hanya berlumuran darah, tapi juga zalim dan penindas yang kejam," tegasnya.

Mardani menilai jika hubungan politik antara Trump dan Netanyahu benar-benar mengalami keretakan, maka hal itu dapat menjadi momentum positif bagi penyelesaian konflik di Timur Tengah.

"Jika Trump akhirnya pecah kongsi, maka itu membahagiakan banyak pihak. Buka pintu Rafah, merdekakan Palestina, dan dunia akan kembali tersenyum," pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya