Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Teknologi Kembali Dihantam, Nasdaq Ambles 2 Persen

RABU, 24 JUNI 2026 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah setelah aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi kembali mengguncang pasar. 

Pada penutupan perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, waktu setempat, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi memimpin pelemahan dengan penurunan 2,21 persen. Sementara indeks S&P 500 turun 1,44 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,09 persen atau sekitar 46 poin.

Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. ETF VanEck Semiconductor (SMH) anjlok 7 persen, Intel turun 6 persen, dan Qualcomm merosot 8 persen. Investor mulai mengalihkan dana mereka ke saham-saham yang dianggap lebih defensif, sehingga mendorong saham Walmart naik hampir 2 persen dan IBM menguat sekitar 5 persen.


Secara sektoral, saham teknologi menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah jatuh 3,66 persen. Sektor industri dan material juga ikut tertekan, masing-masing turun 2,03 persen dan 1,60 persen.

Di sisi lain, sektor yang lebih defensif justru menguat. Sektor barang konsumsi pokok memimpin kenaikan dengan penguatan 1,77 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 1,37 persen dan sektor properti yang bertambah 1,35 persen.

Investor juga mencermati pergerakan perdagangan setelah penutupan pasar. Saham Micron Technology dan Sandisk masing-masing naik sekitar 1 persen, setelah sebelumnya sama-sama anjlok 13 persen pada sesi reguler. ETF Roundhill Memory (DRAM), yang sempat turun 14 persen, berbalik menguat sekitar 2 persen.

Perhatian pasar kini tertuju pada laporan keuangan Micron yang akan dirilis setelah penutupan perdagangan Rabu. Analis memperkirakan perusahaan akan membukukan laba sebesar 20,83 Dolar AS per saham dengan pendapatan mencapai 35,75 miliar Dolar AS.

Meski saham Micron sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dan ditutup di level 1.051,77 Dolar AS per saham, sejumlah analis memperingatkan adanya potensi koreksi lanjutan setelah laporan keuangan diumumkan.

Selain laporan keuangan Micron, investor juga akan mencermati data ekonomi AS, termasuk data izin pembangunan dan penjualan rumah baru periode Mei, yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya