Berita

Ilustrasi (Sumber: Situs MCSI)

Bisnis

MSCI: Status Emerging Market Indonesia Belum Aman

RABU, 24 JUNI 2026 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

MSCI memperingatkan Indonesia berisiko kehilangan status sebagai pasar berkembang (Emerging Market) apabila tidak menunjukkan kemajuan yang memadai dalam memperbaiki transparansi pasar modal hingga peninjauan berikutnya pada November 2026.

Dalam pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis hari ini, Rabu 24 Juni 2026, lembaga penyedia indeks global tersebut menyatakan akan memperpanjang masa pemantauan terhadap Indonesia dan mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk kemungkinan reklasifikasi menjadi Frontier Market.

MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran mendalam dari investor institusional internasional terkait struktur kepemilikan saham yang dinilai kurang transparan serta indikasi praktik perdagangan yang terkoordinasi.


Menurut MSCI, kedua persoalan tersebut secara signifikan membatasi kemampuan investor untuk mengidentifikasi free float yang sesungguhnya dan mengandalkan harga pasar dalam penyusunan portofolio maupun replikasi indeks.

Lembaga itu menilai isu tersebut berkaitan langsung dengan pilar information flow dan infrastruktur pasar dalam kerangka aksesibilitas pasar MSCI. Sebelumnya, MSCI juga telah menurunkan penilaian aksesibilitas pasar modal Indonesia, khususnya pada aspek arus informasi.

Pasar saham Indonesia sendiri telah menghadapi tekanan sejak awal tahun, ketika MSCI membekukan penambahan saham Indonesia dalam sejumlah indeksnya dan mulai mengemukakan kemungkinan penurunan status akibat lemahnya visibilitas free float, struktur kepemilikan yang tidak transparan, serta keandalan data perdagangan yang dipertanyakan.

MSCI menegaskan, keberlanjutan reformasi yang dilakukan regulator dan pelaku pasar akan menjadi faktor penentu dalam evaluasi November mendatang. Jika perbaikan dinilai belum memadai, Indonesia berpotensi menghadapi risiko turun kelas ke kategori Frontier Market, yang dapat memengaruhi persepsi investor global dan arus dana asing ke pasar domestik.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya