Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto:Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Ungkap Negara Hemat Triliunan usai Tutup 240 Perusahaan BUMN

SELASA, 23 JUNI 2026 | 18:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa negara berhasil menghemat anggaran hingga triliunan rupiah setelah melakukan penutupan ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak sehat dan terus merugi. 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.

Setelah menjabat sebagai Presiden, Prabowo mengaku baru mengetahui bahwa jumlah perusahaan BUMN mencapai lebih dari 1.000 entitas.


“Saudara-saudara, ada perusahaan milik negara, BUMN, jumlahnya luar biasa waktu saya jadi presiden, saya baru tahu. Saya kira perusahaan BUMN itu jumlahnya 300. Waktu saya jadi presiden baru saya tahu. Jumlahnya 1.000 lebih," ujarnya.

Kini pihaknya telah melakukan upaya efisiensi dengan menutup sekitar 240 perusahaan BUMN yang dinilai terus merugi. Targetnya 800 perusahaan BUMN akan dipangkas ke depannya. 

"Sudah 240 yang kita tutup. Nggak ada yang untung, rugi terus. Perusahaan negara milik rakyat. 200, kalau tidak salah, kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara," ungkap Prabowo.

Menurutnya, langkah tersebut tepat karena negara tidak lagi mengeluarkan anggaran untuk membayar gaji maupun bonus direksi dan komisaris BUMN yang merugi.

“Anda bisa bayangkan yang sudah kita tutup 240. Ya benar, Mensesneg, 240. Itu kalau dihitung umpamanya empat direksi sama empat komisaris, itu 8 x 200, 1.600. Kalau gajinya masing-masing 50 juta rupiah sebulan. Berapa itu? Dan ada yang gajinya bisa di atas itu," ucap Prabowo. 

Dengan langkah tersebut, negara disebut berpotensi menghemat anggaran hingga triliunan rupiah sekaligus menutup celah pemborosan yang selama ini terjadi di lingkungan BUMN.

“Sudah rugi, minta bonus lagi. Saudara saudara, Sudah kita tutup, kita menghemat triliunan. Hanya dari nutup perusahaan-perusahaan yang nggak benar. Dan itu caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya