Berita

Ketua Baleg DPR Bob Hasan. (Foto: Repro YouTube DPR)

Politik

Baleg DPR-Pemerintah Tindaklanjuti RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia

SELASA, 23 JUNI 2026 | 14:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Legislasi (Baleg) DPR bersama pemerintah menyepakati usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia untuk dibahas sebagai RUU di luar Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat kerja Baleg DPR bersama Kementerian Hukum dan Kementerian Sekretariat Negara, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa 23 Juni 2026.

Sebelum pengambilan keputusan, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy mengatakan, pemerintah akan segera menyempurnakan sejumlah aspek administratif yang menjadi masukan anggota Baleg.


"Atas berbagai tanggapan, hal-hal yang berkaitan dengan administrasi akan segera kami perbaiki hari ini," ujar Eddy.

Menanggapi hal itu, Ketua Baleg DPR Bob Hasan kemudian membacakan kesimpulan rapat bahwa usulan RUU tersebut memenuhi kategori "keadaan tertentu" sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga dapat diajukan di luar Prolegnas.

“Menyetujui menyepakati usulan RUU tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia yang berasal dari pemerintah untuk dilakukan pembahasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apakah dapat disetujui Bapak Ibu? Pemerintah?” tanya Bob. 

“Setuju,” jawab seluruh peserta rapat.

Selanjutnya, Bob Hasan pun mengingatkan pemerintah agar menerapkan prinsip Meaningful Public Participation dalam penyusunan RUU tersebut sebagaimana disampaikan Anggota Baleg DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan.

Menurutnya, keterlibatan publik yang bermakna penting untuk menjaga kualitas pembentukan undang-undang. Ia juga menilai pengajuan judicial review terhadap suatu undang-undang merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Soal ada putusan yang kemudian diajukan judicial review itu adalah satu hal yang normal dan itu memang harus kita bangun, itu sebagai tanda demokratisasi di Republik tercinta ini,” demikian Bob Hasan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya